29 November 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Gudang Garam

Saham anjlok, harta istri pendiri Gudang Garam (GGRM) lenyap Rp 36,4 triliun

Cnndaily.net, Surabaya – Harga saham PT Gudang Garam Tbk (KOMPAS100: GGRM) kurang mengempul pada tahun ini. Akibatnya, harta sang pemilik perusahaan rokok ini yakni Tan Siok Tjien terkuras.

Tan Siok Tjien yang merupakan istri mendiang pendiri Gudang Garam, Surya Wonowidjojo.

Hitungan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Tan Siok hangus sekitar 2,27 miliar dollar AS atau setara Rp 36,4 triliun (kurs Rp 14.000) sejak dari awal tahun hingga Selasa (10/12/2019) atau year to date.

Secara total, kekayaan bersih Tan Siok Tjien mencapai 7,77 miliar dollar AS atau sekitar Rp 108,78 triliun. Dengan harta sebesar itu, pemilik Gudang Garam tersebut menempati urutan 217 orang terkaya dunia versi Bloomberg Billionaires Index.

Baca Juga : Penambahan Rute Dongkrak Pendapatan Transjakarta, Setor Dividen Rp40 Miliar

Tan Siok Tjien mengendalikan Gudang Garam, produsen rokok yang memiliki pangsa pasar sekitar seperlima dari pasar tembakau Indonesia.

Gudang Garam merupakan perusahaan rokok yang didirikan mendiang suami Tan, yakni Surya Wonowidjojo. Perusahaan yang berbasis di Kediri ini memproduksi rokok kretek.

Baca Juga :  Jokowi Diminta Tertibkan Akun Buzzer karena Unggahan Denny Siregar

Gudang Garam mempekerjakan hampir 34.000 pekerja dan melaporkan pendapatan sebanyak 6,7 miliar dollar AS pada 2018.

Sepanjang tahun ini, harga saham Gudang Garam tertekan rencana kenaikan cukai rokok pada tahun depan.

Selasa (10/12/2019), harga saham GGRM turun 1,07 persen ke level Rp 53.275 per saham. Dari awal tahun atau year to date, harga saham GGRM telah longsor 36,29 persen.

Saham GGRM pun terpental dari daftar 10 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Merujuk data RTI, Selasa (10/12/2019), kapitalisasi pasar saham GGRM saat ini mencapai Rp 102,51 triliun.

PT Suryaduta Investama menjadi pemegang saham terbesar GGRM sebesar 69,29 persen saham. Diikuti pemegang saham publik yang menggenggam 24,45 persen saham.

Baca Juga : Repper Juice Wrld Meninggal Dunia, Kejang – Kejang Di Bandara Chicago

Serta PT Suryamitra Kusuma memiliki 6,26 persen saham GGRM.

Hingga kuartal III 2019, GGRM membukukan kenaikan pendapatan 16,93 persen secara tahunan menjadi Rp 81,72 triliun. Pada periode sama tahun 2018, total pendapatan GGRM tercatat Rp 69,89 triliun.

Baca Juga :  Prancis Tegaskan Tak Ada Bukti Virus Corona Berasal dari Lab Wuhan

Sementara itu, Laba bersih GGRM meningkat 25,69 persen secara tahunan menjadi Rp 7,24 triliun per kuartal III-2019. Pada periode sama tahun lalu, laba bersih GGRM hanya 5,76 triliun.

Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan penurunan pada beban lainnya sebesar 78,6 persen secara tahunan atau year on year menjadi Rp 22,7 miliar dan beban bunga sebesar 15,45 persen menjadi Rp 402,6 miliar.

Sebaliknya, GGRM mencatatkan kenaikan pada pendapatan lainnya 51,61 persen menjadi Rp 130,32 miliar.