22 Februari 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Grab

Harapan Ojek Online Soal Kalimantan Timur Yang Akan Menjadi Ibu Kota Baru

cnndaily.net, Bandung – Transfer dari ibukota nasional ke Kalimantan Timur disambut dengan optimisme oleh pengemudi ojek online. Salah satunya adalah Rudiansyah, 31, warga kota Balikpapan.

“Saya optimis akan ada perbaikan ekonomi, Balikpapan, kota terdekat dengan ibu kota, tentu akan berdampak dengan menambah jumlah penumpang,” kata Rudi beberapa hari lalu.

Pada tanggal 26 Agustus, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan bahwa ibukota baru yang paling ideal adalah bagian dari Kabupaten Penajam Paser Utara dan bagian dari Kabupaten Kutai Kartanegara, di Provinsi Kalimantan Timur.

Rudi telah bergabung dengan Grab sejak 2017. Sejauh ini, rata-rata bulanan Rudi dapat menghasilkan antara 6 dan 7 juta rupee. Dua tahun setelah tiba di Ojol, ia memiliki dua kisah yang tidak boleh dilupakan.

Baca juga: Viral Kondom Rendang, Inovasi Rasa Unik

Pertama, ketika mereka dituntut oleh pihak berwenang, karena mereka diduga berselingkuh dengan istri pejabat itu, yang merupakan penumpangnya. Saat menaiki penumpang, Rudi tidak mengenakan Grab Jacket. Karena pada waktu itu, ada banyak keluhan dari angkutan umum.

Baca Juga :  Sandiaga Uno Disebut Kebagian Jadi Bos BUMN, Ini Kata Erick Thohir

“Ketika saya melahirkan, seseorang mengikuti saya di tengah jalan, saya terjebak dan dipukul, saya ingin memukul, saya melirik ke ponsel (bukti pesanan penumpang yang disita) “, kata Rudi.

Kedua, Rudi, yang berpisah dari istrinya, dekat dengan seorang wanita yang juga seorang pengemudi GribBike. Sudah hampir delapan bulan, wanita idola itu benar-benar mati.

“Dia sakit, meninggal di Jakarta, saya ingat betul pesannya, aku diminta untuk fokus ke Grab”, ulangnya

Yusuf alias Cupe berharap bahwa dengan memindahkan ibukota negara, penghasilannya akan meningkat. Saat ini, penghasilan bersihnya sekitar Rs 6 juta sebulan. Penghasilan tidak termasuk dalam biaya uang muka dan kebutuhan sehari-hari mobil. “Jadi itu sudah merupakan pendapatan bersih,” kata Cupe.

Mengenai pengalamannya, Cupe juga memiliki kisah yang selalu ia ingat. Di mana dia harus berurusan di kantor polisi setelah berdebat dengan sopir angkutan umum.

“Tapi kami dalam damai dan telah mencapai kesepakatan tentang daerah-daerah di mana kami dapat mengambil penumpang dan tidak,” kata Cupe.

Baca Juga :  Pria Perancang Hukuman Cambuk Malah Tertangkap Berzina Dengan Istri Orang Lain

Rudi dan Cupe berharap bahwa Grab akan terus menawarkan promosi kepada pelanggan sehingga jumlah penumpang terus bertambah. Mereka juga berharap sistem bonus akan terus dipertahankan.
Grab terus memperluas zona operasionalnya ke Kalimantan Timur. Hadir sejak Juli 2017, Grab hadir di kota Balikpapan, Samarinda, Bontang, Tenggarong, Sangatta, Berau dan Penajam Paser Utara.

Baca juga: Kecelakaan Maut Tol Cipularang, 6 Tewas 4 Diantaranya Hangus Terbakar

“Untuk Sangatta, Berau dan Sharpeners sedang terdaftar dan Grab ingin hadir di seluruh Indonesia,” kata Hendrik Banga, direktur Kota Balikpapan, Samarinda, Kamis, 29 Agustus 2019.

Selain Grab, perusahaan lain yang beroperasi di Kalimantan Timur adalah Gojek. Shinto Nugroho, Pejabat Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Gojek Group, sebelumnya mengatakan bahwa Gojek beroperasi di 205 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan Timur.