26 Februari 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

kingkong123

Erick Thohir : Menyadarkan Mafia Beras Jangan Hancurkan Petani

CNNdaily-Jakarta,  Menteri BUMN Erick Thohir berbicara tentang mafia beras sering dikritik oleh berbagai pihak. Menurut dia, setiap pedagang boleh melakukan bisnis dan mangambil keuntungan, tetapi tidak boleh menghancurkan pendapatan petani.

“Ya kalau mafia di semua bisnis ada yang kita hadapi. Justru kita ingin menyadarkan. Menyadarkannya tadi boleh berbisnis, boleh untung, tapi jangan petani dihancurkan pendapatannya,” ujar Erick di Gudang Bulog Sunter, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Erick menegaskan, jangan sampai karena adanya mafia beras lalu masyarakat harus membeli beras dengan harga mahal. Dia juga tidak melarang bila BUMN bekerja sama dengan pihak swasta untuk memasarkan beras.

“Jangan rakyat disuruh beli mahal-mahal, apalagi yang selalu saya bilang yang namanya swasta bekerja sama dengan BUMN hal yang lumrah, tapi enggak boleh BUMN-nya diakali,” katanya.

“Jangan sampai ketika nanti rakyat butuh harganya dimahalkan, ketika panen harganya di banting petani dimiskinkan. Maksudnya gini lah, kita itu harus berdagang semunya win-win sama sama baik,” lanjutnya.

Dia menambahkan bahwa petani dan rakyat seharusnya tidak boleh menjadi korban. Untuk ini, pemerintah akan berupaya untuk menyadarkan mafia.

Baca Juga :  Panglima TNI : Masih Ada Masyarakat Tak Apresiasi Tenaga Medis Tangani Corona

“Petani tidak boleh dikorbankan, rakyat harus membeli dengan harga yang baik, yang namanya pedagang boleh untung, itu hak. Ini yang pastikan, Pak Buwas (Dirut Bulog) juga, sama lah kita mau mafia beras ini harus kita sadarkan,”katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Budi Waseso menyatakan mengatakan kalau pihaknya menjamin stok beras untuk kebutuhan pangan lain dan bahkan jika ada kebutuhan yang tidak terduga

Budi juga menegaskan bahwa pihaknya mewaspadai lonjakan kebutuhan tak terduga seperti menjelang Rahmadan maupun kondisi lain sehingga orang tidak perlu khawatir tentang kebutuhan yang berhubungan dengan pagan.

“Tidak ada masalah, Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat walau ada lonjakan permintaan yang tiba-tiba. Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersedian pangan tersebut,” ujar Budi, mengutip keterangan resmi, pada Senin 2 Maret 2020. 

Dirinya juga menyatakan bahwa sedang melakukan kunjungan maraton untuk gudang-gudang beras di Indonesia, terutama tujuh daerah sentra produksi beras di Indonesia untuk memastikan ketersediaan pasokan beras betul-betul tersedia.

Baca Juga :  Buntut Tidak Diberi Utang Rokok, Elvy Sukaesih Tidak Terima Anaknya Di Bilang Gila

Bulog sendiri memastikan seluruh jaringan yang bekerjasama dengan Perum Bulog sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara online maupun offline, juga outlet-outlet milik Perum Bulog seperti RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan retail modern yang ada. Ada pula iPanganandotcom yang menyediakan harga pangan lebih murah.

“Jangan lupa, pangan yang dibeli melalui iPanganandotcom akan diantar langsung ke rumah pembeli sehingga akan mempercepat dan memastikan pendsitrubusian beras langsung diterima oleh masyarakat,” kata Budi.

Adapun saat ini, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog di seluruh Indonesia mencapai 1,7 juta ton dari total kapasitas penyimpanan yang tersedia dari 3,8 juta ton.

Erick