20 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Konflik Erdogan dan Macron Memanas, Ilmuwan Nuklir Israel Waspada

CNNdaily – Jakarta, Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Senin (7/12). Mulai dari perang mulut terbaru Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron hingga Israel peringatkan ilmuwan nukril mereka waspada.

Erdogan Berharap Prancis Segera Singkirkan Macron

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku berharap Prancis segera menyingkirkan Presiden Emmanuel Macron. Erdogan menganggap Macron hanya menjadi beban bagi Prancis.

“Macron adalah masalah buat Prancis. Prancis mengalami periode yang sangat, sangat berbahaya. Saya berharap Prancis menyingkirkan masalah Macron secepat mungkin,” kata Erdogan kepada wartawan usai salat Jumat di Istanbul seperti dikutip dari AFP.

Ini menjadi perang kata-kata terbaru antara kedua pemimpin tersebut.

Hubungan antara Macron dan Erdogan telah panas sejak lama. Eskalasi ketegangan terus meningkat seiring bentrokan kepentingan masing-masing negara.

Mereka berseteru atas serangkaian masalah, mulai dari ketegangan di Mediterania Timur hingga wilayah Nagorno-Karabakh yang diperebutkan.

Pengamat Politik Rusia yang Sebut Putin Parkinson Ditangkap

Pengamat politikRusia Valery Solovey yang dikenal menyebut Presiden VladimirPutin mengidap parkinson dan kanker ditangkap di St. Petersburg, Minggu (6/12).

Baca Juga :  Mengenang Dokter Soeko Yang Tewas Di Tangan Orang Orang Yang Dicintainya

Solovey ditangkap karena melanggar pembatasan Covid-19 saat menggelar unjuk rasa.

ilmuwan nukril

Surat kabar lokal Fontanka melaporkan bahwa pakar politik itu ditahan karena melanggar undang-undang pencegahan virus corona yakni penggunaan masker.

Seperti dikutip dari Russia Today, dia ditangkap dalam unjuk rasa untuk gerakan oposisi ‘Peremen’. Menurut laporan, pengunjuk rasa melemparkan bom molotov dan menyebarkan selebaran dalam acara itu.

Israel Peringatkan Ilmuwan Nuklir Waspadai Pembalasan Iran

Aparat keamananIsrael meminta para ilmuwan nuklir mereka untuk waspada terhadap aksi pembalasan, setelah pembunuhan seorang pakar nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh.

Seperti dilaporkan surat kabar The Times of Israel yang dikutip Middle East Monitor, Senin (7/12), peringatan itu disampaikan oleh aparat keamanan Israel kepada para ilmuwan nuklir yang bekerja di reaktor Dimona.

Aparat khawatir para ilmuwan nuklir Israel menjadi target pembalasan atas kematian Fakhrizadeh.

Menurut laporan stasiun televisi Israel, Kan, para ilmuwan nuklir di reaktor Dimona mengaku diminta mengubah kebiasaan sehari-hari mereka untuk menyulitkan pengintaian.