17 Mei 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Joker

Dokter saran: Jangan menonton film Joker Bagi Orang Trauma !!

cnndaily.net, Riau – Film ini begitu hangat jadi bahan pembicaraan banyak orang, terutama masalah kesehatan mental.

Nuansa gelap nan dramatis begitu kental dalam film Joker yang kini sedang tayang di bioskop. Joaquin Rafael Phoenix, tampaknya sangat sukses menggambarkan musuh bebuyutan Batman.

Selain itu, beberapa pihak mengkritik suasana adaptasi bebas dari karakter DC yang dianggap menyebabkan masalah kejiwaan, terutama bagi mereka yang sudah memilikinya.

Dokter spesialis kejiwaan, Agung Frijanto mengatakan bahwa bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan mental, paparan audiovisual seperti film Joker dapat menyebabkan timbulnya kondisi yang telah dimiliki sebelumnya.

Baca juga: Adikku Minta jatah… Romi Tidak Kuasa Tahan Nafsu

“Jadi paparan audiovisual, terutama pada anak-anak, bisa membuat imajinasi yang semakin berkembang. Takut, kecemasan, mengubah perilaku mereka juga,” kata Agung seperti dikutip cnndaily.net.

Penuh Kekerasan
Menurut dia, beberapa adegan dalam film ada banyak kekerasan, kejahatan, atau berita-berita tertentu. Ini harus menjadi potensi munculnya masalah kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan.

Baca Juga :  Razia di Abepura dan Waena, Polda Papua Amankan 45 Senjata Tajam

Pekerjaan Pemicu Depresi

Oleh karena itu, Agung merekomendasikan bagi mereka yang mengalami masalah kesehatan mental saat menonton film seperti itu, untuk memeriksa keadaan dokter pikiran. Saran lain adalah untuk pertama kali membaca pendapat atau komentar dari film tersebut.

” Kalau baca resensi film, kalau memang dia tipe orang yang pencemas, sebaiknya (pilih) film yang lebih menghibur. Jangan memaksakan diri untuk itu. Jadi dia harus betul-betul menyesuaikan tayangan dan hiburan yang sesuai dengan kebutuhan dia,” kata dokter yang menjabat sebagai sekretaris Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia ini.

Kesehatan Mental
Joker telah berjalan sejak awal Oktober di Indonesia menerima banyak perhatian, terutama yang berkaitan dengan masalah kesehatan mental di dunia.

Baca juga: Raisa Tegaskan Tidak Ada Persaingan dengan Isyana Sarasvati

Dalam film tersebut, Batman karakter musuh badut, dimainkan oleh Joaquin Phoenix tersebut memang mengalami beberapa gangguan kejiwaan seperti halusinasi, serta masalah tawa patologis. Selain itu, itu menunjukkan bahwa lingkungan sosial yang buruk membentuk sosok badut jahat yang kita ketahui selama ini sebagai Joker.

Baca Juga :  Mesin Air Canada Boeing 737-8 MAX Bermasalah, Mendarat Darurat di Tucson