27 September 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

AJI Jakarta Desak Polri Usut Tuntas Kasus Doxing terhadap Jurnalis

CNNdaily – Jakarta,  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mendesak aparat kepolisian segera mengusut kasus doxing terhadap wartawan dan menyeret pelakunya ke pengadilan.

“Sudah banyak doxing terhadap jurnalis, namun hingga saat ini belum ada satupun yang diusut tuntas oleh pihak kepolisian,” kata Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/9/2020).

Asnil menyampaikan hal itu usai jurnalis, Cakrayuri Nuralam menjadi korban doxing secara masif sejak tanggal 11 September 2020.

Para pelaku mempublikasikan data pribadi korban seperti foto, alamat rumah, nomor telepon, hingga identitas keluarga. Para pelaku juga membuat narasi yang mengajak orang untuk melakukan tindak kekerasan terhadap korban.

“Akun media sosial korban diserang oleh berbagai macam komentar yang mengintimidasi. Tidak hanya itu, korban juga merasa rumahnya mulai dipantau oleh beberapa orang yang tidak dikenal,” ujar Asnil.

AJI Jakarta menilai, tindakan terhadap Cakrayuri merupakan salah satu bentuk tindak kekerasan terhadap jurnalis. Doxing adalah salah satu ancaman dalam kebebasan pers di era digital.

Karena itu, AJI Jakarta mengutuk segala bentuk teror terhadap jurnalis dan media massa yang menjalankan kerja-kerja jurnalistik.

Baca Juga :  Kelompok Teroris ISIS Menyerang Penjara di Jalalabad Afganistan, Menewaskan Tiga Orang

“Doxing merupakan upaya mencari dan menyebarluaskan informasi pribadi seseorang di internet untuk tujuan menyerang dan melemahkan seseorang atau persekusi online,” ujar dia.

doxing

https://www.jokerpro123.xyz/

Kasus Doxing Jurnalis Sejak 2018

Menurut catatan AJI Jakarta, sudah banyak jurnalis mengalami doxing. Misalya Pada tahun 2018 kasus doxing dialami oleh tiga jurnalis yang bekerja di media Detik, Kumparan, dan CNNIndonesia.

Tahun 2019, kasus doxing juga menimpa jurnalis di Tabloid Jubi dan Aljazeera, terkait pemberitaan tentang Papua. Tahun ini, kasus serupa pernah menimpa dua jurnalis Tempo dan satu jurnalis Detik.

AJI menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kemerdekaan pers. Jika ada sengketa pemberitaan, silakan dilaporkan ke Dewan Pers.

“Segala bentuk protes terhadap artikel yang dimuat harus ditempuh melalui mekanisme yang telah diatur oleh Undang-undang, yakni melalui hak jawab atau mengadukan ke Dewan Pers,” ucap dia.

Di samping itu, AJI Jakarta juga meminta Dewan Pers untuk terlibat aktif menyelesaikan kasus kekerasan terhadap jurnalis, khususnya terkait tindakan tersebut.

Baca Juga :  Fenomena Langit 'Cantik' Jepang Sebelum Diterjang Topan Hagibis

Sementara itu dalam kasus yang menimpa Cakrayuri Nuralam, AJI Jakarta meminta pemimpin redaksi Liputan6 harus menjamin keselamatan jurnalis dan keluarganya yang terancam karena pemberitaan.