16 Januari 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

racun

Nekat Ajak Anak Minum Racun Karna Ulah Suami, Ini Surat Wasiat Korban Yang Bikin Merinding

Cnndaily.net – Wonogiri, Seorang ibu dan dua anak asal Desa Bendo, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah diduga melakukan aksi bunuh diri dengan minum racun serangga, Kamis (12/12/2019).

Ketiganya kemudian dibawa oleh keluarganya ke Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Ponorogo. Sayangnya, ibu Winarsih (37) dan anaknya yang bernama Kirana (8) tidak dapat terselamatkan.

Sedangkan Zacky (10), anaknya yang pertama masih bisa diselamatkan walau kondisinya kritis.

“Dua sudah meninggal dunia saat dibawa ke sini (RSU) Muhammadiyah. Satu yang anak cowoknya kritis,” kata Humas RSU Muhammadiyah Ponorogo, Fika Krisnawati.

Dari data pasien, ibu dengan kedua anaknya tersebut masuk ke IGD pada pukul 08.25 wib. Saat ini, kondisi pasien yang bernama Zacky telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo.

“Memang alat kami belum memadai. Kondisi semakin membaik dan kami rujuk,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ketiga pasien itu meminum racun serangga. Namun, dirinya belum bisa memastikan jenis racun serangga yang mereka minuma karena harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Penanganan Tumpahan Minyak, Pertamina PHE Bersih-bersih Pantai Pulau Seribu

“Kita masih menunggu hasil laboratorium dan belum bisa memastikan racunnya apa. Cuma tadi diperiksa dengan bilas lambung, itu memang indikasinya racun serangga,” pungkasnya.

Baca Juga : Resah, Ditemukan 29 Ekor Anakan Ular Kobra Tersebar Di Perumahan Citayam Residence Bogor

Nekat Minum Racun

Penyebab seorang ibu mengajak dua anaknya asal Wonogiri, Jawa Tengah untuk menenggak racun serangga diketahui karena permasalahan keluarga.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Muryanti, kakak kandung dari Winarsih yang mengajak Kirana dan Zacky anaknya untuk minum racun bersama.

Muryanti menyebutkan bahwa Winarsih asal Desa Bendo, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah tersebut ditinggal menikah lagi oleh suaminya.

“Adik saya sering mengeluh setelah ditinggal menikah lagi oleh suaminya. Semua dikeluhkan, mulai dari biaya sekolah, biaya makan dan lainnya,” kata Muryanti, Kamis (12/12/2019).

Ia mengaku terkejut ketika diberi kabar bahwa adiknya diduga mengakhiri hidup dengan cara minum racun.

“Yang ndak habis pikir kok ngajak anak-anaknya juga untuk minum racun,” sesalnya.

Dirinya terakhir bertemu dengan korban beserta kedua keponakannya sepekan lalu. Saat itu, kondisi keluarga tersebut masih baik-baik dan Winarsih hanya mengeluhkan perbuatan suaminya.

Baca Juga :  Pertikaian Yunani dan Turki di Mediterania Bisa Picu Perang

Tetangga korban, Eko Yanto mengatakan bahwa warga baru mengetahui peristiwa dugaan bunuh diri tersebut setelah ketiganya telah lemas dan kejang serta mulutnya mengeluarkan busa.

Baca Juga : Pamer Penghargaan, Fadli Zon Malah Dihujat Warganet

“Orangnya itu tertutup, mangkanya warga sekitar tidak tahu permasalahan yang dihadapi keluarga itu,” jelasnya.

Warga dan keluarga yang mengetahui seorang ibu yang mengajak dua anaknya untuk minum racun serangga kemudian membawa mereka ke Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Ponorogo.

Sayangnya, ibu Winarsih (37) dan anaknya yang bernama Kirana (8) tidak dapat terselamatkan. Sedangkan Zacky (10), anaknya yang pertama masih bisa diselamatkan walau kondisinya kritis.

Minta Dikubur Satu Lubang

Terkuaknya aksi bunuh diri tersebut bermula dari korban atas nama Zaky (10) merangkak menuju rumah neneknya yang tak jauh dari rumah korban melalui pintu belakang sambil terbata-bata menahan rasa sakit meminta tolong.

Setelah itu nenek dan warga langsung menuju rumah korban sambil meminta tolong, salah satu warga mengambil mobil untuk membawa korban.

Baca Juga :  Kecelakaan Beruntun di Tol Medan-Tebing, Inilah Nama Korban Tewas

Sampai di rumah korban melihat Winarsi (ibu) dan anak yang nomor dua (Kirana) sudah dalam keadaan sekarat, kemudian korban dimasukan ke dalam mobil Carry untuk dibawa ke RSUD Muhamadiyah Ponorogo.

Namun jiwanya tidak tertolong. Sedangkan Zaky sampai sekarang masih kritis di rumah sakit di Ponorogo.
Saat dilakukan olah TKP petugas menemukan kertas wasiat yang berisi “Nek aku mati aku pengen dikubur karo keluargaku ditumpuk nak ora tak dendeni (kalau saya mati saya ingin dikubur bareng keluargaku ditumpuk kalau tidak nanti saya takut-takuti.red).