20 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

erick

Sandiaga Uno Disebut Kebagian Jadi Bos BUMN, Ini Kata Erick Thohir

Cnndaily.net – Jakarta, Belakangan ini santer diberitakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sedang melakukan perombakan pada BUMN. Baik dalam jajaran direksi BUMN maupun departemen Kementrian BUMN sendiri.

Seperti Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dikabarkan akan masuk Pertamina. Sebab, nama Sandiaga Uno kerap disebut-sebut menjadi satu calon yang mengisi pos-pos tersebut.

Namun Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno mengaku tidak mendapat tawaran dari Menteri BUMN untuk mengisi pos-pos petinggi BUMN.

“Enggak ada, tidak ada tawaran, tidak ada pembicaraan.”

Menurutnya, BUMN perlu dikelola oleh orang-orang yang memiliki talekta terbaik.

“Dan menurut saya BUMN itu perlu dikelola dengan the best of the best of talent,” ujar Sandidaga ketika ditemui usai acara Indonesia Economic Forum di Jakarta, Rabu (20/11/2019)

Diketahui hubungan Sandiaga Uno dan Erick Thohir cukup dekat. Sahabat menteri BUMN ini mengatakan, jika dibutuhkan pihaknya bersedia membantu Erick Thohir. Baik dalam membesarkan ataupun menyelesaikan persoalan yang ada di BUMN.

Baca Juga : Empat Tokoh Dirasa Cocok untuk Jadi Petinggi BUMN

Baca Juga :  Hiu Jumbo Berbobot Nyaris 1 Ton Ditemukan di Lepas Pantai Florida

Sebab meski tidak pernah berjumpa secara langsung, ia mengaku kerap bertukar pikiran dengan Erick Thohir melalui pesan singkat.

“Kita tapi nggak pernah bertemu muka, kita selalu berkomunikasi melalui teks melalui WhatsApp,” ungkapnya.

“Saya berikan apa yang menjadi pemikiran saya bahwa sektornya Pak Erick ini penting sekali nih, karena tadi juga dibicarakan mengenai tingginya utang tingginya jumlah utang yang ada di sektor BUMN,” ujar Sandiaga.

Meskipun begitu, suami dari Nur Asia ini enggan terlibat langsung dalam pemerintahan. Sandiaga Uno lebih memilih untuk berkontribusi di luar pemerintahan dengan terlibat langsung di tengah masyarakat.

Ia pun telah menyampaikan hal tersebut kepaada Erick Thohir.

“Dan itu yang udah saya sampaikan ke Pak Erick, dan Pak Erick sangat mengerti,”

“Dan kita berdiskusinya itu intens sama Pak Erick, dan saya sampaikan saya pasti akan membantu pemerintah untuk merealisasikan target-targetnya,” pungkasnya.

Menteri BUMN Erick Thohir meminta para pemimpin perusahaan BUMN tidak berusaha melobi dirinya agar tidak mencopot jabatan masing-masing. Jika kinerjanya baik, otomastis jabatan seseorang itu di perusahaan BUMN tak akan diganti. Sebaliknya, jika kinerjanya buruk maka otomatis akan dievaluasi.

Baca Juga :  Obama Sebut Aksi Trump Sebagai Ancaman Besar Terhadap Demokrasi

Hal tersebut dikatakan oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di kementrian BUMN, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

“Disampaikan juga (oleh Erick Thohir), mereka (para pimpinan BUMN) enggak perlu lobi-lobi untuk mempertahankan jabatannya.”

“Kalau bottom line bagus, enggak usah khawatir,” ujar Arya mencontohkan perkataan Erick kepada para petinggi perusahaan BUMN.

Arya menambahkan, hal tersebut dikatakan menteri BUMN saat bertemu dengan 32 direktur utama dan komisaris perusahaan BUMN di sebuah tempat di Jakarta pada Selasa, (19/11/2019). Staf Khusus Menteri BUMN itu menambahkan, pada pertemuan tersebut Erick juga menyampaikan bahwa kinerja perusahaan BUMN akan mempengaruhi kondisi perekonomian global.

“Pak Erick juga sampaikan bahwa bila BUMN baik maka ekonomi Indonesia juga baik,” kata Arya.

Atas dasar itu, Erick berharap para dirut dan komisaris BUMN bekerja dengan sepenuh hati untuk meningkatkan kinerja perusahaan pelat merah.

Baca Juga : Perry Warjiyo Dianugerahi Tokoh Ekonomi Syariah 2019

“Pak Erick sampaikan juga, dibutuhkan akhlak baik para pemimpin BUMN ini,” ucap dia.

Baca Juga :  Dubes Selandia Baru, Tantowi Yahya Beber Kunci Lawan Covid

Bahkan Erick meminta para bos BUMN tak bergaya hidup mewah. Hal itu dikatakannya saat menemui salah satu pimpinan perusahaan BUMN di sebuah restoran mewah di Thamrin beberapa waktu lalu.

“Pak Erick sempat keras ngomong di salah satu restoran di Thamrin bertemu dengan eksekutif BUMN,”

“(saat itu) makan di tempat cukup mahal dan mewah ketika dilihat keuangan BUMN tersebut ternyata rugi,” ujar Arya Sinulingga.

Menurut Arya, Erick tak melarang bos BUMN untuk makan di restoran mewah. Namun, mereka perlu memiliki sikap prihatin di tengah kondisi perusahaan yang dipimpinnya yang masih karut-marut.

“Bukan tidak boleh (makan di restoran mewah) untuk sesuatu yang memang didapatkan, tapi harus punya hati dan akhlak kalau perusahaan rugi ya prihatin gaya hidup mereka,” kata Arya.

Ia menjelaskan, jika perusahaan BUMN merugi, otomastis akan berdampak ke negara. Atas dasar itu, lanjut Arya, Erick bertekat memperbaiki keuangan perusahaan BUMN yang masih merugi.