16 April 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Desuns888

Densus 88 Amankan 2 Teroris Di Bali, Diduga Komplotan dengan Penyerang Wiranto

Cnndaily.net, Surabaya – Detasemen khusus 88 Antiteror berhasil menangkap dua orang yang diduga sebagai teroris di Bali. Mereka juga diduga dekat dengan SA alias Abu Rara, penyerang Mentri Koordinator Pilitik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

Hengky Widjaja selaku kepala Bidang Humas Polda Bali AKBP menjelaskan, indentitas kedua terduga teroris tersebut AT dan ZAI. Keduanya berstatus orangtua dan anak.

“Keduanya telah ditangkap di Jembrana pada Kamis kemarin,” kata Hengky dalam keterangan yang tertera, Sabtu, 12 Oktober 2019.

Hengky menjelaskan, salah satu dari terduga teroris berinisial AT telah mengetahui rencana teror yang akan dilakukan oleh Abu Rara.

Baca Juga : Eks Dandim Kendari Ikhlas dan Terima Putusan Setelah Resmi Dicopot

“AT dan Abu Rara terhubung dalam satu grup media sosial yang sama yakni Menanti Al Mahdi,” ucap Hengky

Sementara itu, Hengky melanjutkan terduga AT juga telah menyusun rencana akan melakukan amaliyah di wilayah Bali. Pelaku menyiapkan panah , airsoft gun, dan sangkur.

“AT dan ZAI kedua terduga teroris ini merupakan bapak dan anak juga sudah merencanakan apabila sewaktu-waktu ditangkap, merencanakan perlawanan dan membuang HP dan laptop ke dalam air,” ucap dia.

Baca Juga :  Pamit Jemput Teman, Hakim PN Medan Di Temukan Tewas Terbunuh Didalam Mobil

Hingga kini, Detasemen Khusus 88 Antiteror dan tim dari Counter Transnational and Organize Crime (CTOC) Polda Bali saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap dua terduga teroris.

“Keduanya ditengarai berbaiat kepada pimpinan kelompok radikal ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi,” ucap Hengky.

Polisi menyebut, terduga teroris yang menyerang Menko Polhukam Wiranto, SA alias Abu Rara kesal Amir JAD Bekasi Abu Zee Ghurobah ditangkap. Abu Rara pun berkomitmen melakukan amaliyah

Hal itulah yang membuat SA menyerang Menko Polhukam Wiranto saat kunjungan kerja di Pandeglang, Banten, Kamis 10 Oktober 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Abu Rara merasa takut dan tertekan setelah mendengar Abu Zee tertangkap.

“Kalau tertangkap, maka saya khawatir akan tertangkap,” kata Dedi di Mabes Polri, Jumat (11/10/2019) menirukan Abu Rara.

Baca Juga : Meski Difabel, Pemuda Ini Tak Gentar Geber Motor Sport

Dedi mengatakan, penyerang Wiranto bersama dengan istrinya, FA merencanakan teror. Kebetulan, Abu Rara mendengar bahwa ada pejabat yang akan berkunjung ke Alun-alun Menes, Pandeglang Banten.

Baca Juga :  7 Negara Kembali Terapkan Karantina atau Lockdown (Penguncian Wilayah)

Dedi menyebut, antara rumah terduga teroris dengan alun-alun jaraknya 300 meter. “Ada kapal mau mendarat, masyarakat berbondong-bondong menuju alun alun. Pelaku tidak tahu siapa tapi sasarannya. Pelaku beranjak menuju alun-alun,” ucap dia.

Dedi menerangkan, Abu Rara berbagi tugas dengan istrinya. Abu Rara menyerang Wiranto. Sementara, istrinya menikam polisi yang terdekat.

“Abu Rara menyerang bapak yang turun dari heli, kamu (istrinya SA) langsung menusuk angota polisi yang terdekat,” ucap dia.

Akibat insiden itu, Wiranto dan Kapolsek Menes menderita luka-luka. Saat ini Densus 88 Anti Teror masih memeriksa kedua terduga teroris di Mabes Polri.