28 Oktober 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

mbah satinem

mbah satinem

Dari Pak Harto Sampai Lee Seung Gi, Cerita Tentang Jajanan Legendaris Mbah Satinem

CNNDAILY.NET, Yogyakarta – Yogyakarta, kota yang penuh sejarah tanpa diragukan keindahannya. Menjelang musim liburan, Yogyakarta pasti selalu ramai dan macet, pasalnya turis lokal dan mancanegara datang ke kota ini untuk belajar budaya, mencicipi kuliner dan menikmati keindahan alamnya.

Nah, berbicara tentang keahlian memasak, ini bukan hanya tentang bakpia yang terkenal. Ada dapur tua yang tak kalah populer dan terkenal sejak lama, yaitu jajanan pasar Mbah Satinem. Simbah ini sendiri adalah penjual yang telah menjadi legenda hidup. Dia membuat dan menjual makanan ringan tradisional, dari lupis, gatot, tiwul, hingga cenil. Meskipun namanya makanan ringan tradisional, makanan Mbah Satinem telah diinternasionalkan.

Baca juga : Bintang Pornografi Brittni De La Mora Tinggalkan Industri Pornografi Demi Jadi Penginjil

Tidak hanya di bank, yang menggunakan nomor antrian, Jika anda ingin membeli jajanan pasar Mbah Satinem, anda juga harus memiliki nomor antrian. Mbah Satinem sering menjual jajanan di dekat Tugu Jogja. Dia mulai menjual lupis sejak 1963, di mana resep yang digunakan adalah warisan dari orang tuanya.

Baca Juga :  Ahok Harus Mundur dari PDIP Jika Menjadi Komisaris BUMN

Jika Anda ingin membeli makanan ringan ini, Anda harus datang sesegera mungkin, karena jajanan simbah setiap harinya akan habis dengan cepat. Simbah mulai berjualan sekitar jam 6 pagi, dibantu oleh putranya. Terkadang jam 7 pagi, jajanan simbah sudah habis dibeli pembeli.

Mbok Satinem telah berjualan jajanan lebih dari setengah abad. Sangat istimewa, rasa makanan ringan simbah masih tetap enak dan tidak pernah berubah. Tidak mengherankan jika kemudian, lupis dan teman-teman yang dibuat oleh Mbah Satinem disukai oleh orang-orang dari beberapa generasi. Salah satunya adalah presiden kedua Indonesia, Soeharto.

Setiap kali dia mengunjungi Yogyakarta, asistennya berhenti untuk membeli berbagai makanan ringan dari pasar Mbah Satinem. Tidak hanya itu, Simbah juga mengakui bahwa camilan itu banyak dicari oleh hotel-hotel di Yogyakarta. Tidak jarang memesan hingga lusinan paket untuk dinikmati di pagi hari.

Baca juga : Leher Suami Di Tebas Parang, Hingga Istri Dijarah Mantan Pacar

Netflix, selaku penyedia layanan streaming media digital yang terkenal, menciptakan seri dokumenter pada akhir April 2019 dan diberi judul Street Food. Dari Indonesia, Yogyakarta dipilih sebagai salah satu kota yang akan menampilkan makanan jalanannya. Kuliner Mbah Satinem adalah salah satunya.

Baca Juga :  Tidak Mau Bayar Utang, Anak Bupati Majalengka Malah Menembak Seorang Kontraktor

Di sini, Mbah menceritakan perjuangannya untuk menjual makanan ringan di pasar sampai setenar sekarang. Menghadapi kehidupan yang sulit, Mbah Satinem harus bertarung ketika ia masih muda. namun kerja keras itu terbayar hingga saat ini, banyak orang mengenal Mbah melalui program Netflix.

Yang paling baru dan paling banyak dibicarakan tentang viral adalah aktor Korea terkenal, Lee Seung Gi, yang sedang syuting di Yogyakarta dan datang untuk mencicipi makanan ringan Mbah Satinem yang legendaris. Dalam sebuah video yang diunggah ke akun Twitter @kdrama_menfess, Seung Gi tampak senang ketika dia datang ke lapak simbah.

Dia bahkan terkejut ketika dia mendengar beberapa orang berbicara dengan Mbah Sutinem.

Mbah Satinem sekarang sudah tua. Dia berharap putrinya dapat melanjutkan bisnisnya selama lebih dari 50 tahun ini. Jajanan simbah ini sudah termasuk dalam kategori legenda, karena walaupun telah berpuluh puluh tahun berjualan, rasanya masih enak dan tetap sama.