18 Mei 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

zonakasino

China Kritik Amerika Serikat soal Kerusuhan di Puluhan Kota

CNNdaily – Jakarta, Media pemerintah China, Global Times memberitakan mengenai  kerusuhan di Serikat akibat pasca kematian warga kulit hitam George Floyd y. Mereka membandingkan kerusuhan di Amerika dengan gerakan pro-demokrasi di Hong Kong.

Juru Bicara pemerintah dan media resmi China melancarkan serangan balasan berupa kritik tajam terkait penanganan pemerintah AS atas demonstrasi akibat kekerasan rasial dan kebrutalan polisi yang mengakibatkan George Floyd, warga kulit hitam meninggal dunia.

“Ketua DPR AS Nancy Pelosi pernah menyebut protes kekerasan di Hong Kong ‘pemandangan yang indah untuk dilihat’…Politisi AS sekarang dapat menikmati pemandangan ini dari jendela mereka sendiri,” tulis pemimpin redaksi tabloid nasionalis Global Times.

“Seolah-olah para perusuh radikal di Hong Kong entah bagaimana menyelinap ke AS dan menciptakan kekacauan seperti yang mereka lakukan tahun lalu,” tambah dia lagi.

Beijing memang telah lama geram atas kritik negara-negara Barat, terutama dari pemerintahan AS di Washington, atas penanganan protes pro-demokrasi yang mengguncang Hong Kong tahun lalu.

Kritik juga disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri china Hua Chunying. Dalam sebuah cuitan di Twitter, Hua menulis ‘I Can’t Breathe’ disertai tangkapan layar cuitan Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus yang mengkritik pemerintah China atas kebijakan terkait Hong Kong.

Hua mengutip kata-kata yang diucapkan George Floyd berulang kali sebelum kematiannya–setelah seorang polisi menekankan lututnya ke leher Floyd hampir sembilan menit, yang memicu kerusuhan besar di Amerika Serikat.

Baca Juga :  Ahok Rayakan 7 Bulan Kehamilan Puput, Veronica Pilih Datang ke Acara Lain

George Floyd adalah seorang pria kulit hitam yang meninggal di Minneapolis, Senin lalu. Peristiwa bermula ketika seorang perwira polisi kulit putih bernama Derek Chauvin menahan Floyd atas tuduhan penggunaan uang palsu. Sang polisi lantas menggunakan lutut untuk menjepit Floyd di tanah selama hampir sembilan menit setelah membawanya ke tahanan. Insiden itu tertangkap di beberapa kamera dan Floyd terdengar memohon dan mengatakan, “Saya tidak bisa bernapas.”

Pernyataan Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump buka-bukaan perihal kematian George Floyd di Minneapolis, AS, beberapa waktu lalu. Ia mengaku sudah berbicara dengan keluarga Floyd terkait peristiwa tersebut.

“Saya berbicara dengan anggota keluarga, orang-orang hebat, dan kami akan melaporkan seiring berjalannya waktu,” kata Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih, Jumat (29/5/2020) malam sebagaimana dikutip dari CNBC Internasional.

Ia mengaku sudah menyampaikan rasa belasungkawa atas kematian Floyd. Menurut dia, peristiwa itu “mengerikan untuk disaksikan” dan tidak ada alasan yang membuat peristiwa itu harus terjadi.

“Keluarga itu (Floyd) sangat berduka, mereka mencintai saudara mereka,” ujar Trump.

Gedung Putih mengatakan awal pekan ini bahwa Trump telah melihat video kematian Floyd.

Baca Juga :  TSMC Akan Menghentikan Produksi Chipset Kirin milik Huawei

“Jelas sekali dia sangat kesakitan, dan dia tidak bisa bernafas. Sangat jelas bagi siapa pun yang menontonnya,” ujarnya.

Terkait dengan insiden ini, Trump telah meminta Departemen Kehakiman untuk mempercepat penyelidikan federal atas kematian Floyd. Diharapkan semua ini bisa tertangani dengan adil.

Chauvin sudah ditahan pada Jumat (29/5/2020) sore waktu AS dan didakwa melakukan pembunuhan. Chauvin, bersama dengan tiga petugas lainnya yang terlibat kematian Floyd, dipecat dari Departemen Kepolisian Minneapolis pada hari Selasa.