28 Oktober 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Bio Farma Dipastikan Akan Terima 10 Juta Dosis Bulk Vaksin Corona per Bulan

CNNdaily – Bandung, Bio Farma sudah dipastikan akan menerima konsentrat atau bulk vaksin Covid-19 ready to fill (RTF) sebanyak 50 juta dosis mulai dari November 2020 mendatang, hingga Maret 2021, dari perusahaan farmasi Sinovac.

Dalam siaran pers yang diterima CNNdaily, Jumat (21/8), pengiriman bulk dari perusahaan farmasi asal China tersebut akan dibagi dalam skema pengiriman 10 juta dosis setiap bulannya.

Pada November 2020 nanti, Bio Farma akan mendapatkan 10 juta dosis pertama, dilanjutkan pada Desember dengan jumlah yang sama dan seterusnya hingga Maret 2021 dengan total mencapai 50 juta dosis.

Jumlah 50 juta dosis bulk vaksin tersebut sesuai dengan kesepakatan Prelimenary Agreement of Purchase and Supply of Bulk Production of Covid-19 Vaccine yang ditandatangani oleh Bio Farma dengan Sinovac pada Kamis (20/8) di Hainan, China.

bulk vaksin

Selain kesepakatan soal 50 juta dosis bulk vaksin hingga Maret 2021, Bio Farma dan Indonesia yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir dalam pertemuan itu juga akan mendapatkan pasokan bulk vaksin hingga akhir 2021.

Baca Juga :  Marvel Bakalan Menggarap Film Deadpool 3

“Ini adalah kerja sama yang cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac,” kata Retno.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyebut bulk vaksin ready to fill yang akan diterima dari Sinovac pada November 2020 mendatang tak akan langsung diproduksi.

10 Juta vaksin perbulan

Sebanyak 10 juta dosis bulk vaksin pada November 2020 nanti akan dilakukan serangkaian pengujian terlebih dahulu di Bio Farma serta proses registrasi di Badan POM.

Ketika semua proses sudah terlewati dan lolos, Bio Farma akan melanjutkan ke tahap produksi berupa proses pengisian dan pengemasan (filling and packaging) untuk menjadi produk akhir.

“Sehingga di dalamnya terdapat komponen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), dan transfer teknologi dalam bidang fill/finish bulk dengan technology transfer pengujian,” tulis pernyataan tersebut.