1 November 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Bocah China BAB di Kolam Renang, Orang Tua Dituntut Rp32 Juta

CNNdaily – Jakarta, Seorang bocah China BAB (buang air besar) di sebuah kolam renang yang terletak di kawasan Mongolia Dalam, dan membuat pengelola menuntut orang tuanya membayar ganti rugi sebesar 15.000 Yuan atau lebih dari Rp32 juta.

Dikutip dari surat kabar pemerintah China, Global Times, Jumat (4/9), peristiwa itu terjadi pada Agustus di Huhhot. Menurut laporan China News Service, saat itu para pengunjung bergegas keluar dari kolam renang setelah melihat ada kotoran manusia yang mengambang di kolam.

Manajer klub kebugaran bermarga Shi kemudian memeriksa kamera pengawas yang menunjukkan bahwa ada bocah lelaki tengah buang air besar di kolam.

Shi berkata dia ingin orang tua bocah itu berbagi biaya ganti rugi, tetapi pihak orang tua sang bocah hanya bersedia membayar 2.000 yuan sebagai kompensasi.

bocah china

Ganti Rugi

Shi mengatakan kepada media bahwa insiden tersebut telah membuatnya rugi 30.000 yuan, termasuk 16.000 yuan untuk mengganti 400 meter kubik air dan hilangnya pendapatan setelah kolam ditutup selama lima hari.

Baca Juga :  Sinar Mas Land Fokus Kembangkan Mall dan Hotel di Semarang

Sementara itu, ibu dari anak laki-laki tersebut yang bermarga Liu, menjelaskan bahwa putranya saat itu ingin buang air besar di kamar mandi, tetapi tidak ada penjaga kolam yang bisa membantunya.

“Mereka di sana sebagian besar bertanggung jawab atas insiden itu, mereka tidak bisa menyalahkan semuanya pada seorang anak,” kata Liu.

Dia mengatakan putranya trauma dengan insiden itu karena dia tahu orang-orang menyalahkannya karena tidak buang air di toilet. Putranya kata Liu, kini menangis setiap kali orang berbicara tentang pergi berenang.

Liu kini tengah mempertimbangkan untuk menggugat klub kebugaran lokal yang telah memintanya untuk membayar 15.000 yuan itu ke pengadilan.

Video bocah laki-laki yang buang air di kolam renang itu viral di media sosial Sina Weibo. Beberapa warganet mengatakan orang tua bertanggung jawab karena tidak mengajari bocah itu cara pergi ke toilet.

Yang lain mendukung orang tua dengan mengatakan bahwa mereka telah membayar uang masuk, dan uang itu sudah termasuk untuk layanan membantu putra mereka. Mereka menyatakan pengelola gagal memikul tanggung jawab itu.

Baca Juga :  Kembali Terjadi Penembakan Massal di New York, Dua Orang Tewas dan 14 Luka-luka