1 Maret 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

gempa bumi

BMKG: Gempa di Laut Maluku, Bali, dan Ambon Tidak Berkaitan

Cnndaily.net , JakartaBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa yang terjadi di Laut Maluku, Bali Utara, dan Ambon tidak terkait dan juga memiliki sumber gempa dan mekanisme yang berbeda yang berbeda pula.

Kepala Bidang Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, menyatakan gempa di ketiga wilayah tersebut tidak berkaitan dan gempa tidak menjalar dari satu tempat ke tempat lain.

“Apakah gempa tiga saling dan saling memicu? Tentu saja tidak gempa-terkait dan tidak menyebar ke sana kemari,” kata Daryono, Sabtu (16/11/2019).

Laut Maluku gempa berkekuatan di besarnya 7,1 terjadi pada Kamis (2019/11/14), Bali Utara gempa bumi berkekuatan 5.0 juga pada hari yang sama, dan gempa bumi berkekuatan 6,5 terjadi di Ambon 26 Sep bahwa ketiga memiliki kesamaan dalam jenis gempa.

Gempa ketiga memiliki tipe didahului oleh awal aktivitas seismik (foreshock), gempa besar berikutnya terjadi (mainshock) dan kemudian diikuti oleh serangkaian gempa susulan (gempa susulan).

Baca juga: Indonesia Dan Malaysia Sepakati Dua Titik Batas Wilayah, Sungai Simantipal Masuk NKRI

Baca Juga :  Malam Ini Ada Asteroid Menghantam ke Bumi

Gempa yang Terjadi di Malulu

Perbarui sampai Sabtu, November 16, 2019 pukul 18.00 WIB, Laut Maluku mencatat gempa diikuti oleh 185 gempa susulan, gempa Bali Utara diikuti oleh 100 gempa susulan, dan gempa bumi Ambon 2345 gempa susulan diikuti. Meskipun gempa ketiga dari jenis yang sama, namun memiliki perbedaan dalam hal sumber gempa dan mekanisme sumber.

Gempa Laut Maluku dipicu oleh deformasi batuan di Lempeng Laut Maluku (gempa intraslab gempa), gempa Bali Utara yang dihasilkan oleh sumber struktur sesar gempa meningkat di Bali Utara, dan Ambon gempa terjadi sebagai akibat dari aktivitas sesar aktif yang sebelumnya belum dipetakan.

Selain berbeda dalam sumber gempa, gempa ketiga juga berbeda dalam mekanisme sumber. Gempa Laut Maluku memiliki mekanisme sumber sesar naik (thrust kesalahan), North mekanisme sumber gempa kombinasi Bali memiliki gerakan dalam arah horisontal dan naik (oblique thrust), dan kesalahan gempa Ambon memiliki mekanisme geser (strike-slip).

Daryono menegaskan bahwa jumlah aktivitas seismik di Indonesia bukan disebabkan oleh pemicu antargempat bersama mereka. “Tingginya frekuensi aktivitas seismik di Indonesia adalah karena ada juga banyak gempa,” katanya

Baca Juga :  Mempublikasikan Tiga PMK, Sri Mulyani Hitung Kembali Anggaran BPJS

Baca juga: Viral Harimau Serang Wisatawan di Pagaralam, BKSDA Sumsel Turun Tangan

Sumber Gempa Indonesia

Indonesia memiliki enam sumber gempa tumbukan lempeng yang jika dirinci menjadi 13 zona sumber gempa megathrust. Selain itu Indonesia juga masih memiliki sumber gempa sesar aktif lebih dari 295 segmen yang menyebabkan Indonesia sering terjadi gempa bumi.

“Setiap sumber gempa memiliki proses akumulasi medan tegangan proses saja, mencapai fase ‘matang’ saja, dan kemudian menjalani melepaskan energi dalam bentuk gempa bumi sendiri. Begitu banyak gempa bumi bukan karena gempa bumi masing-masing menyebar ke sana kemari,” kata Daryono menegaskan.

Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya terus mempromosikan upaya-upaya mitigasi bencana, dengan membangun gempa konstruksi tahan, perencanaan tata ruang pantai yang aman tsunami berbasis risiko, evakuasi mandiri mengerti, berlatih evakuasi, dan memahami cara aman selama gempa bumi dan tsunami.