1 Maret 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Mahfud: Gatot Nurmantyo Tetap Terima Bintang Jasa Meski Tidak Hadir

CNNdaily – Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan bahwa Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tetap menerima Bintang Mahaputera dari Presiden Joko Widodo meski tak hadir dalam acara penyematan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/11).

Mulanya, Gatot diundang ke Istana untuk diberikan Bintang Mahaputera atas jasanya sebagai mantan Panglima TNI 2015-2017. Namun Gatot tak mau hadir dalam acara penyematan.

“Dari sekian banyak yang dianugerahi, ada yang tidak hadir yaitu Bapak Gatot Nurmanyo. Tetapi dalam suratnya itu, menyatakan menerima,” kata Mahfud di Istana Negara seperti disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (11/11).

Tidak Hadir

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo batal menghadiri acara pemberian penghargaan Bintang Mahaputera oleh Presiden Joko Widodo yang dihelat di Istana Negara, Jakarta, pada hari ini Rabu (11/11). Tetapi Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tetap menerima Bintang Mahaputera.

Gatot mulanya bakal dianugerahi Bintang Mahaputera atas pengabdiannya selama menjadi Panglima TNI periode 2015-2017. Namun, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyatakan Gatot telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo karena tak bisa hadir.

Baca Juga :  Tokopedia Sedang Pertimbangkan untuk Menjadi Perusahaan Publik

“Pak Gatot bersurat kepada Presiden tidak hadir. Isinya nanti bapak Menko Polhukam yang akan menyampaikan,” kata Heru dalam rekaman wawancara, Rabu (11/11).

Alasan tidak hadir

Heru mengatakan salah satu alasan Gatot tak ingin hadir dalam acara pemberian anugerah tersebut karena faktor pandemi virus corona (Covid-19). Alasan lain yakni kondisi TNI saat ini. Namun, Heru tak merinci dan mengatakan Menko Polhukam Mahfud MD yang akan menjelaskan lebih lengkap.

“Isinya ada beberapa yang beliau tidak setuju mungkin kondisi Covid dan harus banyak memberikan perhatian ke TNI. Disuratnya seperti itu,” jelas Heru.

Selain Gatot, ada sejumlah penerima yang juga tidak dapat hadir. Beberapa alasan yang disampaikan yakni ada pekerjaan yang tak bisa ditinggal hingga dalam keadaan tidak sehat.

“Semua hadir ada beberapa tidak hadir dalam kondisi kurang sehat lantas mantan Pak Siwi orangtuanya dalam kondisi sakit,” jelas dia.

Rencana pemberian penghargaan oleh Jokowi kepada Gatot sempat menjadi sorotan. Tak lepas dari gelagat Gatot Nurmantyo beberapa waktu ke belakang yang aktif mengkritik pemerintah.

Nurmantyo Tetap

Gatot pun menjadi deklarator gerakan moral bernama Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bersama Din Syamsuddin dan beberapa tokoh lainnya. KAMI kerap mengkritik pemerintah dan kondisi negara Indonesia saat ini.

Baca Juga :  Mahfud Sarankan Pembahasan Revisi UU KPK Tak Terburu-buru Seperti Kejar Setoran

Namun, Menko Polhukam Mahfud menjelaskan bahwa penghargaan Bintang Mahaputera memang biasa diberikan kepada mantan Panglima TNI. Begitu pun kepada mereka yang pernah menjabat sebagai pimpinan lembaga tinggi negara.

“Ya, semua mantan panglima dan semua mantan menteri serta Pimpinan Lembaga Negara yang selesai satu periode juga dapat BM. Itu harus diberikan tanpa pandang bulu,” kata Mahfud.