28 November 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

pokernegara

Jumlah Pasien Positif Corona Bertambah Menjadi 172 Orang

CNNdaily-Jakarta, Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB melakukan konferensi pers terkait perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia, Selasa (17/3/2020). Dalam konferensi pers itu, Achmad Yurianto menyampaikan bahwa jumlah pasien positif corona di Indonesia bertambah menjadi 172 orang.

“Ada penambahan kasus baru lagi sebanyak 20 orang dari pemeriksaan spesimen yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan, dan ditambah lagi 6 orang dari spesimen yang diperiksa oleh Universitas Airlangga, sehingga total saat ini bertambah menjadi172 kasus di mana kasus meninggal tetap 5,” ujar Achmad Yurianto mengutip tayangan Metro TV.

Penambahana terbanyak, kata Yurianto, berasa dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kepulauan Riau.

Jubir COVID-19 itu menambahkan secara umum pasien yang dirawat sudah membaik dan sebelumnya 9 pasien dinyatakan sembuh dan boleh pulang.

“Dan masih ada lagi yang, Insya Allah, di pemeriksaan kedua sudah negatif. Maka, kita tinggal menunggu interval 2 hari lagi untuk kita laksanakan lagi. Dan nanti kalau negatif juga, maka sudah bisa dipulangkan,” terang Yurianto.

Baca Juga :  Rawat Di RSUD Bingil,Semua Biaya Di Tanggung Pemerintah

Sebelumnya, Presiden Jokowi (Jokowi) dalam keterangan pers Senin (16/3/2020) menekankan saat ini yang perlu dilakukan yakni mengurangi aktivitas diluar rumah.

Bahkan Presiden mengimbau agar masyarakat Indonesia untuk bekerja, belajar dan ibbadah di rumah saja, untuk meredam penularan virus corona (COVID-19)

“Sekarang ini yang paling penting yang perlu dilakukan adalah bagaimana kita mengurangi dari satu tempat, ke tempat yang lain,” kata Jokowi di Istana Bogor.

Masyarakat perlu menjaga jarak dan mengurangi tempat kerumunan yang berisiko membawa lebih besar membawa penyebaran COVID-19.

“Menjaga jarak dan mengurangi kerumuman orang yang membawa resiko lebih besar pada penyebaran COVID-19,” jelas Jokowi.

Ia tak ingin kebijakan yang diambil nantinya malah justru memperburuk keadaan.

Sejauh ini, ia belum berpikir untuk memutuskan lockdown nasional maupun dalam lingkup daerah.

“Kebijakan ini tidak boleh diambil oleh pemerintah daerah, dan sampai saat ini tidak ada kita berpikiran ke arah kebijakan lockdown,” lanjutnya.

bertambah