13 Juni 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Pekerja membersihkan monumen lokomotif kereta api tua di Jalan Stasiun, Medan

Berita Foto: Monumen Lokomotif Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), Menjadi Sejarah Kereta Api di Sumut

CnnDaily.net, Medan Pekerja membersihkan monumen lokomotif kereta api tua di Jalan Stasiun, Medan, Kamis (26/12/2019). Monumen lokomotif tersebut merupakan benda heritage yang harus terjaga kelestariannya, dan menjadi sejarah perkereta apian di Kota Medan.

Pemandangan pintu utama Stasiun Kereta Api Medan kini semakin berwarna. Sebuah monumen lokomotif yang berwarna hitam mulai menjadi sorotan, di depan stasiun yang dapat disaksikan pengunjung ataupun pejalan kaki. Monumen yang masuk katergori cagar budaya, terutama pada titik nol atau pusat Kota Medan, tepatnya kawasan Lapangan Merdeka Medan.

Baca Juga : Diduga Ugal Ugalan, Bus Sriwijaya Masuk Jurang Tewaskan 25 Penumpang

Salah satu monumen heritage tersebut merupakan Monumen Lokomotif Deli Spoorweg Maatschappij atau disingkat (DSM) 38 Kota Medan. Awalnya tujuan utama pembangunan jalan rel di Sumatera Timur yang wilayahnya masuk dalam Sumatera Utara modern, ialah untuk mengangkut hasil produksi perkebunan.

Komoditas perkebunan di Sumatera Utara awalnya tembakau, namun berkembang ke komoditas lain seperti karet, coklat, teh, dan kelapa sawit . Jalan rel di Sumatera Utara dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Deli Spoorweg Matschappij (DSM). Pada tahun 1886 – 1904, DSM telah berhasil membangun jalan rel dengan panjang 191 km dan kemudian pada tahun 1905 – 1915, panjang jalan rel bertambah menjadi 362 km.

Baca Juga :  Nasdem Akan Gelar Konvensi Capres 2024

Baca Juga : Kapolda Irjen Martuani Sormin Melakukan Pengecekan Personel di Gereja Katedral

Pada tahun 1914, DSM mendatangkan delapan lokomotif uap tipe C2 yang kemudian diberi nomor DSM 31 – 38. Delapan unit lokomotif tipe C2 ini didatangkan dari pabrik Hartmann (Jerman). Lokomotif ini digunakan untuk menarik rangkaian kereta panumpang atau gerbong barang.

Dulu, lokomotif ini digunakan untuk menarik gerbong barang bermuatan sawit atau karet dari daerah Tebingtinggi atau Kisaran. Adanya kereta api telah mendorong pertumbuhan di sektor perkebunan dan pertumbuhan ekonomi di sektor lain. Kemudian pada akhirnya membuat Deli (Medan) menjadi daerah yang maju dan berkembang pesat.