4 Desember 2022

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Bekerja 10 Hari Bekerja Tanpa Istirahat Melawan Virus Corona

Demi melawan virus corona seorang petugas medis asal tiongkok meninggal dunia karena kelelahan bekerja. petugas medis tersebut yakni di panggil song yinjie (28) yang menjabat sebagai wakil pemimpin kelompok farmasi di sebuah pusat kesehatan di daerah Hengshan di provinsi Hunan.

menurut china youth daily, pria muda tersebut telah bekerja dipusat kesehatan itu sejak april 2016. setelah virus mulai merebak, song kemudian bergabung bersama tim di yuelin expressway.

karena keinginan nya yang kuat melawan virus corona song bersikeras untuk bekerja setiap hari mulai 25 january 2020. Selama itu, Song Yingjie bertanggung jawab atas distribusi pasokan medis ke rekan-rekannya. Ia pun bekerja keras selama 10 hari dan 9 malam untuk berjuang melawan virus corona.

Pada Senin (3/1/2020) lalu, ia akhirnya menyelesaikan jadwal kerjanya pada pukul 00.00 pagi dan song pun pulang ke asramanya untuk beristirahat sejenak.

kemudian, song pun di temukan telah meninggal dunia di asramanya oleh teman nya, song di duga meninggal karena gagal jantung akibat kelelahan bekerja.

Baca Juga :  Distribusi luas, sekarang 21.000 petani Pegang Kartu Tani

Kini, investigasi atas penyebab kematian Song tengah berlangsung.

adik song yang tinggal di wuhan, menceritakan bahwa kakaknya adalah sosok yang pekerja keras dan bijaksana.

“Dia selalu membantu pekerjaan rumah di rumah dan mendapat pujian atas kemampuannya oleh bosnya,” ungkap sang adik.

“Kepergiannya benar-benar berita buruk bagi keluarga kami,” tambahnya.

Sementara itu Ayah Song mengaku sempat berkomunikasi lewat ponsel dengan anaknya sebelum Song tewas.

“Anak saya bekerja (sebagai tenaga medis) di jalan raya. Anda bertanya apakah saya takut? Sekarang dia telah tiada, hati saya hancur,” kata pria itu.

Pejabat pemerintahan setempat dilaporkan membantu keluarga Song setelah insiden itu terjadi. Di sisi lain, pengguna Weibo yang mengetahui kabar tersebut beramai-ramai menyampaikan bela sungkawa dan memuji Song sebagai pahlawan.

“Dia meninggalkan kita pada usia yang begitu muda.”

“Pria ini akan dikenang sebagai pahlawan. Kami tidak akan melupakan perannya dalam memerangi wabah ini.”

“Pasti butuh kerja keras berada di garis depan. Orang-orang ini memberikan segalanya. Kalau saja kita memiliki lebih banyak cadangan personel.”

Baca Juga :  Ancaman Topan Dahsyat, 200 Ribu Warga Kyusu Diminta Evakuasi