19 Februari 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Vaksin Corona Sedang Diuji untuk Anak di Bawah 16 Tahun

CNNdaily – Jakarta, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) menjelaskan vaksin virus corona (Covid-19) untuk anak di bawah 16 tahun saat ini sedang dipelajari.

Komisioner FDA Stephen Hahn mengatakan, “Studi sedang direncanakan atau dalam proses sekarang”, seperti dilansir dari CNNdaily, Senin (14/12).

Hahn tak bisa memastikan kapan vaksin itu bisa tersedia buat anak-anak. Saat ini diketahui FDA sudah memberikan izin penggunaan darurat vaksin corona buatan Pfizer-BioNTech untuk usia di atas 16 tahun.

“Secepatnya, tentu saja dengan kecepatan tinggi. Terkadang ada jarak dalam informasi. Dan kami perlu mengisinya setelah sesuatu seperti izin penggunaan darurat untuk menjawab atas pertanyaan yang Anda tanyakan,” ujar Hahn.

Vaksin Pfizer-Biontech

FDA memberikan izin distribusi dan penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech pada 11 Desember. Vaksinasi Covid-19 pertama di AS ini diperkirakan dimulai pada pekan ini dengan tiga juta dosis, lantas tiga juta dosis lainnya menunggu giliran.

Vaksin Pfizer-BioNTech harus diberikan dua kali pada satu orang agar efektif.

Pfizer dan BioNTech diketahui merupakan pengembang vaksin pertama yang meliputi uji coba pada anak-anak pada September. Sementara Moderna, yang sudah menunjukkan efektivitas vaksin buatan mereka pada orang dewasa, mengatakan pada pekan lalu sudah memulai pengujian untuk anak usia 12 – 17 tahun.

Baca Juga :  Cerita Relawan Asal AS, untuk Ujicoba Vaksin Virus Corona COVID-19

Perusahaan lainnya AstraZeneca PLC juga sudah menyatakan rencana uji coba vaksin pada anak.

Wall Street Journal menjelaskan beberapa ahli tidak yakin vaksin Covid-19 untuk anak di – bawah 16 tahun bisa hadir pada tahun ajaran sekolah 2021, mengingat waktu uji coba yang dibutuhkan bisa jadi lama.

Australia

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa pemerintah Australia tidak mau terburu-buru memberikan izin darurat penggunaan vaksin corona buatan Pfizer dan BioNTech.

Pernyataan Morrison muncul ketika peneliti Australia mengatakan jika vaksin corona yang mereka menghentikan sementara pengembangan vaksin sendiri yang memicu reaksi positif palsu pada tes HIV.

Morrison menyatakan jika Australia saat ini berada dalam kondisi yang berbeda dengan Inggris, yang sudah lebih dulu memberikan izin darurat penggunaan vaksin buatan Pfizer.

Australia saat ini mencatat masih memiliki 47 kasus aktif corona, sekitar 36 diantaranya masih dirawat di rumah sakit. Kematian akibat Covid-19 di Australia sejauh ini mencapai 908 jiwa.

Mengutip Associated Press, kendati belum memberikan izin penggunaan vaksin Pfizer, Morrison mengatakan jika Australia masih mengamati penggunaannya di Inggris dan Amerika Serikat. Ia mengatakan akan belajar dari pengalaman kedua negara, terutama melalui perjanjian berbagi data dengan London.bawah 16 tahun

Baca Juga :  PHK massal, pengamat membandingkan Bukalapak dengan Gojek

Pemerintah Negeri Kanguru berharap regulator menyetujui penggunaan vaksin corona dari Pfizer dan BioNTech pada akhir Januari nanti. Australia diharapkan mulai melakukan vaksinasi pada Maret 2021.

Australia sejauh ini telah menjalin kesepakatan pembelian 10 juta vaksin Pfizer. Rencananya Australia akan menambah pembelian vaksin untuk disuntikkan terhadap 26 juta orang.