9 Desember 2022

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Kerajaan Agung Sejagat Purworejo

Ada Lambang Bintang David dan Nazi di Singgasana Kerajaan Agung Sejagat Purworejo

Cnndaily.net, Jakarta – Kemunculan Kerajaan Agung Sejagat (KAS) Purworejo membuat heboh masyarakat Pemimpin Kerajaan Agung Sejagat (KAS) Purworejo mengklaim memiliki kekuasaan di seluruh dunia. Mereka mendirikan bangunan seperti keraton di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo.

Di dalam grup Whatsapp beredar lambang bintang david dan Nazi di sekitar singgasana KAS Purworejo. Lambang Nazi berada di tengah bintang david. Kedua lambang berwarna emas.

Pemimpin Kerajaan Agung Sejagat (KAS) Purworejo yang dipanggil Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu Dyah Gitarja berdasarkan informasi telah memiliki pengikut 425 orang.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan keberadaan kerajaan tersebut harus diuji secara ilmu pengetahuan. “Syukur-syukur ada perguruan tinggi yang mendampingi. Baik juga untuk didiskusikan,” kata Ganjar dalam keterangannya, Senin (13/1/2020).

Orang nomor satu di Jateng itu juga meminta Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk mengajak komunikasi pentolan KAS sehingga mengetahui tujuan dan maksudnya. “Kalau memang baik untuk masyarakat ya berarti baik.

Baca Juga :  Pemeriksaan Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi di Jadwalkan Polisi Hari Jumat

Baca Juga: Pemeriksaan Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi di Jadwalkan Polisi Hari Jumat

Tapi Pemerintah Purworejo harus memayungi langsung masyarakatnya, memberikan perlindungan, meminta klarifikasi sehingga bisa jadi jelas,” tandasnya. Ganjar tidak ingin keberadaan Pemimpin Kerajaan Agung Sejagat (KAS) Purworejo ini malah menjadi keresahan masyarakat yang mana organisasi ini belum diketahui secara jelas.

Di medsos juga belakangan juga muncul foto-foto batu besar yang berasal dari kecamatan Bruno ini diklaim sebagai Prasasti kerajaan tersebut. Batu Prasasti itu dibuat sebagai penanda perubahan zaman. Seperti unggahan yang dibuat oleh akun Facebook Yosaphat Samar pada Minggu (13/1/2020). Ia mengunggah foto-foto kirab yang dilakukan KAS dan batu prasasti.

“#BATU Prasasti PENTAGONG….Pusat Pemerintahan Dunia Kerajaan Mataram Majapahit Nusantara……(kirab budaya)….Amun Ra,” tulis Yosaphat Samar. Ia mengunggah foto batu besar yang terdapat tulisan aksara Jawa, cap jejak kaki, dan lambang KAS. Terdapat gambar seperti naga di bagian bawah batu itu.

Terungkap, batu besar ini berasal dari Desa Plipiran, Kecamatan Bruno, Purworejo, Jawa Tengah. Batu besar itu dipindahkan ke Desa Pogung Juru Tengah Kecamatan Bayan pada bulan akhir September 2019.

Baca Juga :  Kronologi Kerusuhan Indonesia vs Malaysia, Kecewa Dengan Kekalahan, Mahalnya Tiket Tak Sebanding

Batu ini diklaim menjadi bagian dari pembangunan World Empire atau Keraton Agung Sejagat. Proses pemindahan batu ini sendiri sempat viral di Facebook. Upaya pemindahan batu tersebut dari pinggir jalan di Desa Plipiran, Bruno sempat diwarnai dengan ritual hingga kejadian kesurupan. Proses pemindahan batu ini juga diabadikan dalam video yang dibuat oleh warganet.

Baca Juga: Pemilik AirAsia Tony Fernandes Berhenti Main Twitter

Seperti video yang dibagikan oleh kanal YouTube Ari Riyadi Station pada 28 September 2019. Rekaman berdurasi 2.33. menit itu telah disaksikan lebih dari 8 ribu kali oleh warganet. “Batu yang konon sebagai Prasasti dari zaman Majapahit dipindahkan ke Pogung Juru tengah Bayan Purworejo,” tulisnya.

Untuk diketahui, Totok Santosa Hadiningrat alias Sinuhun bersama istrinya, Dyah Gitarja alias Kanjeng Ratu mendaulatkan diri sebagai raja dan ratu Kerajaan Agung Sejagat alias KAS.

“Kami muncul menunaikan janji 500 tahun runtuhnya kerjaan Majapahit pada tahun 1518,” kata Totok yang mengklaim diri sebagai Rangkai Mataram Agung dalam jumpa pers di ruang sidang “keraton”, Minggu (12/1/2020).

Baca Juga :  Di Hadiahi 1,5 Miliar Bagi Yang Menenukan Tiga Warga China Pulau Sangiang Banten

Totok juga mengklaim memiliki jumlah pengikut 425 orang dan terus bertambah. Mereka juga melakukan kirab berkeliling kampung. Ia menuturkan, kekuasaan kerajaannya mencakup seluruh dunia, sehingga ia berhak mengubah sistem politik global.

“Kami ada untuk mempersiapkan kedatangan Sri Maharatu Jawa kembali ke tanah Jawa,” tegasnya. Sementara warga setempat mengakui merasa terganggu oleh kemunculkan Totok, istri dan para pengikutnya tersebut.