15 Juni 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Tragedi Cinta Segitiga Berdarah

Tragedi Cinta Segitiga Berujung Kematian Seorang Janda,Ayah-Anak Rebutan Janda Anak Tiga

Cnndaily.net, Jakarta – Kisah viral hari ini tentang kasus pembunuhan seorng janda di Balikpapan, Kalimantan Timur gara-gara tragedi cinta segitiga. Kasus ini lantas menggemparkan pihak keluarga juga para tetangga. Terbunuhnya sang janda pun membuat duka bagi si ayah korban, mengingat janda ini masih ada tiga anak.

Pihak tetangga korban pun sebenarnya sudah tahu sepak terjang dari si pelaku pembunuhan ini. Pelaku klaim telah berpacaran dengan si janda ini. Seperti ini tanggapan para tetangga atas karakater dan keseharian si pelaku. Ayah korban geram terhadap pelaku pembunuhan janda tiga anak. Bahkan ia menegaskan, nyawa harus dibayar nyawa. Kisah cinta segitiga yang berujung pada petaka nampaknya berbuntut panjang.

Janda tiga orang anak yang berinisial NS (33) tewas mengenaskan usai dihujani dengan tikaman bertubi-tubi menggunakan sebilah pisau badik oleh kekasihnya sendiri bernama Zahiruddin (33) pada Selasa siang kemarin (14/1/2020) sekira pukul 13:30 Wita.

Baca Juga: Belum Menyandang Status BUT, Netflix Bikin Indonesia Rugi Rp629 Miliar

Motifnya diketahui gara-gara pelaku dan ayah pelaku bernama Ibramsyah (53) menjalin hubungan asmara dengan NS yang merupakan kekasih pelaku. Saat ini pelaku bernama Zahiruddin itu sudah diamankan oleh petugas Kepolisian dari Mapolresta Balikpapan.

Baca Juga :  Mahfud Md : Pengaktifan Kembali Tim Pemburu Koruptor yang Melarikan Diri

Sementara itu saat ditemui di kediamannya di Jl. Siaga RT 24 Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan pada Rabu siang (15/1/2020). Ayah korban bernama Ihram (54) mengaku sangat kehilangan pasca Insiden yang menimpa anak semata wayangnya.

Dengan mata yang berkaca-kaca serta raut wajah yang penuh kekesalan terhadap pelaku, ayah korban menegaskan dirinya sampai kapan pun akan menolak permintaan maaf dari pelaku maupun keluarga pelaku.

Baca Juga: Ada Lambang Bintang David dan Nazi di Singgasana Kerajaan Agung Sejagat Purworejo

“Itu anak saya satu-satunya dia anak tunggal yang paling kusayangi tapi kenapa mereka buat seperti itu,” ungkapnya sembari menundukkan wajahnya dari arah kamera, untuk menyembunyikan air matanya yang mulai menetes. Lebih lanjut ia menegaskan dirinya akan menaruh dendam yang serius terhadap pelaku.

“Terus terang dendam dengan dia (pelaku) saya sempat cari dia kemarin tapi tidak ketemu kalau ketemu saya bunuh juga dia itu. Saya tunggu dia keluar dari penjara nanti nyawa harus dibayar dengan nyawa,” tegasnya.

Baca Juga :  Selandia Baru Tegaskan Tidak Ada Lagi Kasus Covid-19 aktif