6 Desember 2022

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Tingginya kematian babi di Sumut akibat virus Hog Cholera berimbas terhadap ragam kuliner berbahan daging babi

Ada Spanduk Nyeleh di Acara Wisata Kuliner Babi di Medan, “Mari Makan Babi, Jangan Makan Hoax”

CnnDaily.net, Medan Tingginya kematian babi di Sumut akibat virus Hog Cholera berimbas terhadap ragam kuliner berbahan daging babi. Tak sedikit masyarakat khawatir sehingga memutuskan setop sementara mengonsumsi kuliner berbahan daging babi. Kondisi ini pun memengaruhi penjualan para pengusaha rumah makan yang mengandalkan menu daging babi.

Baca Juga : Puluhan Motor Diangkut saat Razia di Jl Setia Budi, Polisi Sempat Dilempari Batu dan Petasan

Untuk menyiasatinya, sejumlah pengusaha rumah makan menggelar acara Wisata Kuliner Babi di Komplek CBD Polonia, Jalan Padanggolf, Polonia, Medan, Senin (16/12/2019). Panitia pun membuat spanduk untuk mengkampanyekan pesan kepada masyarakat supaya tidak khawatir lagi mengonsumsi kuliner berbahan daging babi.

Ada satu spanduk yang cukup nyeleh di acara Wisata Kuliner Babi tersebut. Pesan yang diberikan cukup unik, yakni “Mari Makan Babi, Jangan Makan Hoax” dan “Orang Pintar Makan Babi”.

Baca Juga : PewDiePie Mundur dari Dunia Youtube Mulai Tahun Depan

Tulisan tersebut dimaksudkan panitia agar penikmat babi selama ini jangan khawatir untuk makan daging babi. Sebab keterangan Dinas Kesehatan, bahwa Hog Cholera tidak berpengaruh terhadap manusia.

Baca Juga :  4 Hal Bikin Wanita Tak Pede saat Berhubungan Intim

Ketua Asosiasi Pengusaha Rumah Makan BPK Kota Medan Darna Tarigan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ia menyebutkan acara Wisata Kuliner Babi didukung oleh 30 rumah makan Babi Panggang Karo (BPK) sekitarnya Kota Medan.

Baca Juga : Herannya Walikota Risma Sampai ke Turki pun Masih Ketemu Bonek

“Ada 30 rumah makan yang bergabung saat ini. Tujuan kita adalah menyikapi tentang virus Hog Cholera yang membawa dampak secara sistematis. Kita tidak gentar, meski banyak peternak yang alami kerugan, termasuk pengusaha kuliner dan beberapa usaha usaha lainnya juga mengalami dampaknya,” ujar Darna.

Selain lomba masak dan makan siang daging babi, kegiatan juga disusupi aksi menari bersama. Tampak sejumlah kalangan turut hadir memeriahkan Wisata Kuliner Babi Kota Medan. Panitia menyebutkan jumlah peserta yang hadir mencapai 500 orang.