18 Mei 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Pelantikan Presiden

Berbagai Cara Untuk Merayakan Peresmian Relawan Jokowi di 2014 dan 2019

cnndaily.net, Bandung – Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi-Ma’ruf Amin, akan dibuka secara resmi pada Minggu (20/10) pukul 14.30 WIB. Untuk Jokowi ini adalah kedua kalinya ia dilantik sebagai presiden. Pada tahun 2014, ketika ia dilantik dengan Jusuf Kalla.

Di luar upacara upacara peresmian DPR / MPR, Senayan, Jakarta, ada perbedaan mencolok antara pelantikan pada tahun 2014 dan 2019. Perbedaan ini terlihat dari konsep acara perayaan mengambil menempatkan setelah peresmian relawan.

Apa perbedaan?

  • Konsep acara syukuran: Dulu meriah, sekarang sederhana

Pelantikan Jokowi-Jusuf Kalla berlangsung pada 20 Oktober 2014. Pada saat itu, konsep acara perdana digelar oleh para relawan dan parpol bisa di bilang cukup meriah.

Sejak pagi, para relawan telah memadati jalan-jalan utama, dari membangun DPR / MPR Senayan, Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Merdeka Barat dan Jalan Merdeka Utara.

Pada saat itu, sukarelawan telah menyelenggarakan beberapa acara di seluruh tahap kelima dari jalan sebelumnya. Ada adegan hiburan di Bundaran Hotel Indonesia dan panggung besar untuk perayaan di taman. Berbagai acara musik, parade budaya dan hiburan berlangsung sejak pagi hari.

Acara sengaja digelar sejak pagi di jalan-jalan sebelumnya. Jadi, ketika peresmian usai dan rombongan menuju Istana, Jokowi bisa berjalan dan bersalaman dan bertemu para relawan.

Baca Juga :  Politikus PDIP Sebut Wadah Pegawai KPK Jadi Kelompok Politik

Tidak hanya itu, bendera raksasa disebarkan oleh para relawan di Jalan Sudirman ke Jl MH Thamrin sebagai bentuk perayaan. Ketika Jokowi melintas, beberapa relawan yang “bertugas” untuk berdiri dan berjalan di sepanjang Jalan Sudirman untuk membawa bendera.

Baca juga: Akhirnya ‘Reza Arap’ Ungkap Semua Hal Yang Dirahasiakannya

Berbeda dari 2014, konsep acara di tahun 2019 membuatnya sederhana, alias hanya bertemakan syukuran. Awalnya, panitia acara pelantikan mempersiapkan acara meriah. Namun, konsep ini dibatalkan atas permintaan Jokowi. Akibatnya, acara berfokus di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat Istana Negara.

Jokowi Memang Meminta Acara digelar Sederhana

“Saya juga mengatakan bahwa memegang upacara dan perayaan pada peresmian dengan mudah, tetapi tanpa mengurangi kekhidmatan dan keagungan acara tersebut,” kata Jokowi di Istana Presiden, pusat Jakarta, Rabu (16/10).

Karena instruksi dari Jokowi, ketua komite nominasi Andi Gani Nena Wea menjelaskan konsep acara meriah dibatalkan.

“Ini adalah permintaan dari Pak Jokowi, hampir 70 persen kami cancel” kata Andi Gani di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (19/10).

Parade Budaya dan Jumlah Panggung

Pada tahun 2014, acara utama adalah perayaan peresmian parade budaya. Terus terang, acara budaya parade diadakan di sepanjang Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat hingga Istana Negara.

Ada dua tahap utama pada saat itu. Pertama, panggung besar di Bundaran Hotel Indonesia. Kedua, panggung besar di taman. Monas panggung besar yang diapit oleh dua kapal bambu sepanjang 10 meter.

Baca Juga :  Provinsi: Gubernur Rencana Rumah Rumdin Sejak 2015, Dicoret Anies 2018

Parade budaya di pagi hingga siang berpusat di Monas. Sementara parade budaya dan modal hiburan musik dari artis Ibu Kota dari sore hingga malam hari berpusat di Monas. Jokowi juga menyempatkan diri untuk memberikan pidato singkat pada malam hari.

Namun, pada 2019, tidak ada parade budaya. Awalnya panitia berencana untuk mengatur pertunjukan budaya, tapi dibatalkan karena permintaan Jokowi karena bahwa konsep acara sederhana. Lokasi adalah perayaan Patung Kuda di Istana Negara. Sedangkan relawan akan terkonsentrasi di lokasi ini.

“Saya sampaikan, acara syukuran jadi. Dari Patung Kuda, sehingga tidak ada pawai budaya, ini permintaan ini dari Pak Jokowi, hampir 70 persen, kita cancel”, kata Andi Gani ke Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (19/10).

Baca juga: Panglima TNI: Saya Mengatakan Keamanan Pelantikan Presiden Terjaga

Panggung juga hanya akan berdiri di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat. Andi mengatakan, panggung akan berada di Patung Kuda, Taman Pandang Istana, dan depan Istana Negara atau MK. Tiga panggung ini akan dipasangi layar LED agar relawan dan masyarakat bisa menyaksikan langsung pelantikan.

Baca Juga :  Eks Pilot AU Turki yang Terlibat Kudeta, Divonis Penjara 648 Tahun

Jokowi dan Ma’ruf Amin rencananya untuk mampir di panggung ini. Bahkan, Jokowi disebutkan akan memberikan kejutan.

“Pada pukul 16:30, Presiden dan Wakil Presiden berhenti di Istana. Yang pasti akan ada kejutan, dan akan ada doa-doa dari Wakil Presiden kita, tidak diragukan lagi, acara doa terjadi dari dalam Istana” tutup Andi.

Dulu diarak dengan kereta lencana sekarang dengan mobil

Pada tahun 2014, setelah pembukaan Parlemen, Jokowi dan Jusuf Kalla berbaris dengan truk dalam perjalanan ke istana. Jokowi dan Jusuf Kalla berada di mobil dan pergi ke Jalan Sudirman untuk tiba di Istana Negara.

Selain itu Jokowi dan Jusuf Kalla, istri keduanya Iriana Widodo dan Mufidah Kalla juga berbaris untuk menggunakan mobil.

Tidak seperti 2014, saat peresmian kali ini, tidak ada mobil. Jokowi Ma’ruf pesawat dan hanya akan memimpin. Namun, mobil ini belum diketahui apa yang akan digunakan.

Tidak adanya mobil selama pelantikan kali ini karena konsep acara ini menjadi sesederhana mungkin.

Mantan Kepala Staf dari Moeldoko Presiden menjelaskan, Jokowi tidak ingin karnaval atau transportasi karena mereka ingin langsung bekerja.

“Karena presiden ingin, sudah, hanya sederhana, tapi tetap khidmat. Dia ingin untuk segera bekerja, itu intinya, sehingga tidak ada euforia, “kata Moeldoko.