26 September 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

WHO: 6 Calon Vaksin COVID-19 Masuk Uji Coba Fase 3, dari China Ada 3

CNNdaily – Jakarta, Seorang pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis 6 Agustus 2020 menyampaikan bahwa ada 6 calon vaksin COVID-19. Termasuk tiga di antaranya dari China, memasuki uji coba fase ketiga.

“Tiga kandidat vaksin asal China tersebut dikembangkan oleh Sinovac, Institut Produk Biologi Wuhan/Sinopharm, dan Institut Produk Biologi Beijing/Sinopharm,” kata Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO Michael Ryan dalam konferensi pers yang digelar secara virtual seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (7/8/2020).

“Sementara itu, tiga vaksin lainnya dibuat oleh Universitas Oxford/AstraZeneca, Moderna/NIAID, dan BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer,” tambahnya.

Vaksin-vaksin tersebut akan diberikan kepada populasi umum untuk pertama kalinya pada fase ketiga, setelah uji coba sebelumnya difokuskan terhadap keamanan, imunogenisitas, dan respons imun pada sejumlah kecil partisipan manusia, ujar pejabat WHO.

6 Calon Vaksin

Masuk Fase 3

Uji coba fase ketiga ini akan menguji apakah keenam vaksin itu mampu “melindungi banyak orang dalam kurun waktu yang lama.”

Kendati demikian, “fase ketiga bukan berarti hampir selesai,” sambungnya, karena “tidak ada jaminan bahwa salah satu dari keenam vaksin ini akan memberi kita jawaban.”

Baca Juga :  Nasdem Akan Gelar Konvensi Capres 2024

Secara keseluruhan, 165 kandidat vaksin memasuki berbagai bentuk uji coba dan 26 di antaranya menjalani uji klinis, menurut catatan WHO.

Indonesia

Sejak munculnya virus corona, pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan pembuatan vaksin Covid-19. Pemerintah pun menggandeng PT Bio Farma (Persero) untuk melakukan serangkaian uji vaksin.

Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan bahwa saat ini perusahaan sudah ada dalam tahap uji klinis fase III vaksin Covid-19 buatan perusahaan Sinovac, Tiongkok. Diharapkan vaksin tersebut bisa selesai dalam waktu yang memadai agar produksinya bisa segera dilakukan.

“Ini akan memakan waktu kurang lebih 6 bulan. Kita targetkan di Agustus mulai dan Januari tahun depan selesai. Saat ini sedang tahap proses pengembangan dan jika sudah selesai tahap 3 akan dilaporkan ke BPOM dan didaftarkan setelah dapat izin baru diedarkan. Selama uji klinis BPOM juga akan mengawasi jadi ada izin persetujuan uji klinis,” ujar Bambang Heriyanto.

Bambang mengatakan uji coba vaksin ini akan membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan dan akan mulai Agustus ini. Jika tahap 3 sudah selesai maka ini akan segera dilaporkan ke BPOM untuk didaftarkan setelah izin baru diedarkan.

Baca Juga :  Polisi Gelar Prarekonstruksi, Kelompok John Kei Rencanakan Serang Nus Kei

Selain itu ada nantinya juga akan ada Komite Etik sebelum melakukan uji klinis. Ini untuk mengevaluasi dampak dan efek samping yang ditimbulkan setelah dianalisis oleh pakar terkait.