24 Januari 2021

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Facebook

267 Juta Data Pengguna Facebook Bocor!

Cnndaily.net, Medan – Lebih dari 267 juta nama, nomor telepon, dan identitas pengguna Facebook di seluruh dunia ditemukan di situs gelap. Hal tersebut disampaikan langsung oleh para peneliti keamanan siber.

Situs teknologi Comparitech dan peneliti Bob Diachenko menyatakan bahwa selama dua minggu terakhir, jutaan informasi sensitif milik para pengguna Facebook bisa dilihat oleh siapa saja.

Data rahasia itu kali pertama tersedia di situs gelap pada Rabu 4 Desember 2019 lalu.Namun, setelah Delapan hari kemudian, data-data identitas pengguna Facebook tersebut terekspose secara gamblang di dalam forum hacker alias peretas.

Baca Juga : Viral Ayah Tulis Pesan Haru Sebelum Meninggal untuk 7 Anaknya

Data kemudian dihapus setelah Diachenko memberi tahu penyedia layanan internet tentang informasi yang tidak aman. Mayoritas data tersebut merupakan milik pengguna asal Amerika Serikat.

Dilansir dari New York Post, Jumat (20/12/2019), sampai saat ini belum ada penjelasan bagaimana informasi itu bisa diakses. Ada kemungkinan, data dikumpulkan melalui sistem scraping, yakni pengumpulan oleh bot.

Baca Juga :  Ada Golf Course dan Arena Bermain di Luxury Homes Pasha

“Informasi pribadi yang bocor berpotensi membuat para korban lebih mudah untuk ditargetkan dengan spam SMS dan kampanye phishing berskala besar,” demikian penjelasan dari Comparitech.

Kabar ini tentu membuat Facebook pusing tujuh keliling. Maklum, Facebook telah berjuang keras untuk meningkatkan sistem keamanan data pengguna sejak skandal Cambridge Analytica pada 2018 lalu.

Sebelumnya, peneliti keamanan dari GDI Foundation mengungkapkan, bahwa mereka menemukan 419 juta data pengguna Facebook di Internet.

Fakta tersebut diungkap oleh Sanyam Jain, salah satu anggota dari GDI Foundation yang menemukan basis data online berisi ratusan informasi pribadi pengguna Facebook.

Baca Juga : Tragis! 2 Petugas pemadam Tewas Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia

Menurutnya, data-data pribadi pengguna jejaring sosial terbesar di dunia itu bisa “dikonsumsi” bebas di internet mencakup nama, jenis kelamin, asal, hingga nomor telepon.

Dilansir dari Ubergizmo pada Kamis (05/09/2019), tidak jelas siapa yang mengambil informasi tersebut dari Facebook dan mengapa data tersebut diunggah ke publik.

Namun setelah ditelusuri, ternyata pelakunya adalah pengelola host web basis data yang mengaku kepada Tech Crunch, telah mengambil data secara offline.

Baca Juga :  Australia Siap Beri Pelatihan Pencegah Wabah Baru di Asia Tenggara Termasuk RI