5 Agustus 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

AS Perintahkan China Tutup Konsulat di Houston

CNNdaily – Jakarta, Saling ancam, melempar sanksi, hingga berupaya menutup perwakilan diplomatik satu sama lain. Hubungan panas Amerika Serikat dan China kini diambang perang dingin. Puncak memanasnya tensi kedua negara ketika pemerintah AS meminta pihak China untuk menutup konsulatnya di Houston pada 22 Juli. Beijing pun membalasnya dengan memerintahkan AS untuk menutup konsulat jenderalnya di kota Chengdu, provinsi Sichuan.

Tensi panas antara China dan AS memperpanjang kisruh dua negara adidaya yang sudah kurang lebih telah berlangsung 18 bulan sejak Perang Dagang dimulai pada Juli 2018. Menurut laporan dari Public Policy Initiative Wharton University of Pennsylvania, sebagian besar perang dagang ini disebabkan dua faktor utama.

Yaitu persepsi Amerika Serikat bahwa perdagangan dengan China tidak setara, dan bahwa Tiongkok telah berpartisipasi dalam intelektual yang tidak adil dalam praktik properti. Ketika perang perdagangan berlanjut, ekspor Amerika Serikat telah menderita, mempengaruhi bisnis dan konsumen, meskipun dengan cara yang berbeda.

China membalas dengan memberlakukan tarif yang mempengaruhi lebih dari 100 produk Amerika senilai sekitar US$ 50 miliar.

Sejumlah pengamat melihat eskalasi ini sebagai perang dingin baru. “Saya pikir kita berada dalam spiral yang berbahaya dan terjal ke bawah. Bukan tanpa sebab,” ujar direktur Pusat Hubungan AS-China di Asia Society, Orville Schell seperti dilansir The New York Times.

Keparahan konfrontasi, menurutnya, “telah melompati tembok dari tantangan spesifik dan dapat dipecahkan hingga bentrokan sistem dan nilai-nilai.”

untuk menutup

Presiden Dewan Bisnis AS-China Craig Allen menambahkan, dirinya khawatir dengan meningkatnya “adu mulut” dari dua negara adidaya ini. Apalagi mereka mewakili 40% dari output ekonomi global.

“Jika kita (AS-China) saling berteriak dan membanting pintu, maka dunia akan menjadi tempat yang sangat tidak stabil dan bisnis tidak dapat direncanakan,” kata Allen.

Meski AS menggunakan alasan keamanan saat meminta China untuk menutup konsulatnya di Houston, pengamat kurang yakin atas narasi itu. Tuduhan mata-mata dianggap sebagai lagu lama, dan motif politik ditaksir sebagai alasan penutupan konsulat China di Texas.

Kampanye Terselubung

Aroma kampanye terselubung yang dilakukan Trump jelang Pilpres AS 2020 tercium. Pengamat politik AS Didin Nasirudin melihat Texas adalah daerah krusial yang saat ini menjadi swing state. Ini berbahaya bagi Trump pada Pilpres November mendatang, apalagi ia sedang menghadapi masalah pandemi Virus Corona COVID-19

“Itu upaya Donald Trump untuk mengalihkan perhatian orang dari kesalahan dia. Seperti yang kita tahu Amerika adalah negara dengan jumlah kematian akibat COVID-19 yang terbesar di dunia,” ujar Didin, Jumat (24/7/2020).

“Apalagi kalau dilihat polling-polling, sekarang (Trump) sudah jauh,” lanjutnya.

Didin menunjukan, popularitas Donald Trump sedang jatuh baik di tingkat nasional maupun swing states. Peroleh suara Trump bahkan lebih rendah ketimbang pilpres 2016 ketika melawan Hillary Clinton. 

Berikut data Joe Biden yang unggul dari RealClearPolitics per 24 Juli 2020: 

Michigan: Biden +8 persen

Florida: Biden +7 persen

Pennsylvania: Biden +7,3 persen

Wisconsin: Biden +6 persen

North Carolina: Biden + 2 persen

Di tingkat nasional Joe Biden unggul 8,7 persen. Angka itu jauh lebih tinggi ketimbang Hillary Clinton yang hanya unggul 1,2 persen pada 24 Juli 2016. 

Karena Presiden Trump diprediksi kalah di Florida, Didin menilai langkah penutupan konsulat China di Houston adalah upaya Trump melindungi popularitas di Texas. 

Saat ini, Trump hanya unggul +0,2 persen di Texas menurut RealClearPolitics, bahkan survei lain dari Quinnipiac University menunjukan Biden sudah unggul. Padahal, Texas sejatinya adalah basis Partai Republik yang pro-Trump.

“Dengan menutup Konsulat China di Houston, Trump mungkin ingin menunjukkan kepada pemilih di Texas bahwa dia telah berjasa menghentikan kegiatan spionase China di negara bagian tersebut,” jelas Didin.

 

Baca Juga :  Distribusi luas, sekarang 21.000 petani Pegang Kartu Tani