Dirut BRI Yakin Manajemen Risiko Perbankan Siap Tangani Krisis Akibat Corona

kingkongvip123

CNNdaily – Jakarta, Berkaca dari krisis sebelumnya, Direktur Utama BRI, Sunarso menyebutkan bahwa krisis kali ini berbeda, karena diakibatkan oleh wabah, sementara krisis sebelumnya disebabkan oleh tata kesalahan tata kelola keuangan. Beliau yakin manajemen resiko perbankan siap tangani krisis akibat Corona.

Krisis kesehatan yang diakibatkan corona virus disease 19 (Covid-19) yang menyebar hampir di seluruh dunia, menyebabkan krisis ekonomi akibat dihentikannya kegiatan ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Krisis kali ini disebabkan oleh wabah yang menyebabkan aktivitas ekonomi kita menurun, dimana orang masih konsumsi barang dan jasa dalam keadaan tidak bekerja,” ujarnya dalam talkshow Indonesian Consumers Outlook: Understanding the Market from Nation’s Biggest Bank, Sabtu (27/6/2020).

Untuk mengatasi krisis kali ini yang juga memukul sektor perbankan, Sunarso menyebutkan dua langkah yang dapat diambill, diantaranya mempercepat berakhirnya wabah ini, sekaligus mempercepat pula pulihnya ekonomi.

Restrukturisasi Kredit

Sebelumnya pemerintah telah mengambil kebijakan restrukturisasi kredit bagi nasabah termasuk UMKM terdampak. Sementara BRI, restrukturisasi kredit sudah mulai mengalami ekspansi sejalan dengan pelonggaran PSBB.

Baca Juga :  Tips Ahli Kesehatan : Cara menghindari paparan COVID-19 dalam Penerbangan

“Mei seluruh aktivitas di perbankan untuk restrukturisasi UMKM sudah mulai ekspansi sejalan dengan pelonggaran PSBB,” kata dia.

 

Tangani Krisis

 

Selain itu, Sunarso menegaskan bahwa kondisi perbankan saat ini audah jauh lebih baik dan lebih siap dalam menghadapi situasi krisis seperti saat ini. Hal ini karena perbankan memiliki risk management yang bagus.

“Kondisi perbankan saat ini lebih baik dan sehat karena risk managemetnya bagus,” tekannya.

Ekonomi Bisa Cepat Pulih

Disamping itu Direktur Utama BRI, Sunarso juga menjelaskan bahwa Indonesia tidak sendiri, melainkan banyak negara lain yang juga terimbas Covid-19 dan melumpuhkan perekonomian mereka.

Untuk menghadapi situasi yang sulit akibat pandemi Covid-19, dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi oleh IMF minus 3 persen pada 2020, maka pemulihan ekonomi memang bukan perkara yang mudah.

Sehingga, Sunarso menilai Indonesia memiliki peluang untuk pulih yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain. Dengan catatan, seluruh pihak harus memiliki optimisme yang kuat.

Krisis kesehatan yang diakibatkan corona virus disease 19 (Covid-19) yang menyebar hampir di seluruh dunia, menyebabkan krisia ekonomi akibat dihentikannya kegiatan ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Jakarta Terapkan PSBB Corona 10 April, Bagaimana Penerapannya?

Untuk mengatasi krisis kali ini yang juga memukul sektor perbankan, Sunarso menyebutkan dua langkah yang dapat diambill, diantaranya mempercepat berakhirnya wabah ini, sekaligus mempercepat pula pulihnya ekonomi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *