9 Agustus 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

piala

Sri Mulyani : Rupiah Bisa Tembus Rp 17.500-Rp 20.000 Karena Imbas dari Corona

CNNdaily – JAKARTA, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, nilai tukar rupiah masih akan melemah dari level yang saat ini akibat penademi corona (Covid-19).

Dalam skenario berat Sri Mulyani, nilai tukar rupiah bisa mencapai Rp 17.500 per dollar Amerika Serikat (AS). Sementara dalam skenario sangat berat, nilai tukar rupiah bisa menembus level Rp 20.000 per dollar AS.

“Kemungkinan terburuknya rupiah bisa mencapai 20.000 per dollar AS,” kata Sri Mulyani dalam video conference, Rabu (1/4). Level ini jauh dari target yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yang sebesar Rp 14.400 per dollar AS.

Sri Mulyani

Tak hanya nilai tukar, tingkat inflasi tahun ini juga diperkirakan akan meleset dari target. Dalam skenario berat Sri Mulyani, inflasi 2020 akan mencapai 3,9% dan skenario sangat berat inflasi akan tembus 5,1%.

Skenario berat harga minyak mentah Indonesia (ICP) berada di level US$ 38 per barel dan skenario sangat berat ICP berada di level US$ 31 per dollar AS.

Adapun pertumbuhan ekonomi tahun ini, diperkirakan mencapai 2,3% dalam skenario berat. Bahkan, bisa turun alias negatif 0,4%, dalam skenario sangat berat akibat pendemi Covid-19.

Baca Juga :  Arab Saudi Lockdown Pada Saat Perayaan Idulfitri

Namun demikian, Sri Mulyani menegaskan bahwa ini merupakan skenario terburuk. Pemerintah berkomitmen akan terus menjaga stabilitas makro ekonomi. “Ini akan diantisipasi agar tidak terjadi,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani

Sementara menurut pantauan CNNdaily, Rupiah melemah tipis menjelang siang hari ini. Mengutip Bloomberg pada Selasa (31/3) pukul 10.58 WIB, rupiah berada di level Rp 16.339 per dolar AS.

Artinya rupiah melemah 0,01% pada penutupan kemarin di Rp 16.338 per dolar AS.

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong memperkirakan, sentimen dari penyebaran virus corona masih akan jadi pemberat pergerakan rupiah hari ini. Terlebih saat ini penanganan virus corona di Indonesia juga sudah mulai mempersiapkan penetapan karantina wilayah alias lockdown.

“Rupiah masih berpotensi untuk melemah pada Selasa (31/3). Dengan fokus sentimennya masih berkutat pada virus corona dan pembahasan pemerintah akan kemungkinan lockdown,” jelas Lukman

Setali tiga uang, Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana bilang, pelemahan rupiah masih mungkin terjadi mengingat perilaku investor masih akan cenderung risk averse. Kekhawatiran investor terhadap stimulus yang digelontorkan para pemangku kebijakan masih akan menjadi pemberat mata uang Garuda.

Baca Juga :  Resmi, BP Batam Dipimpin oleh Walikota

“Namun kekhawatiran tersebut diharapkan dapat diminimalisir dengan triple intervention yang dilakukan oleh Bank Indonesia,” kata Fikri

Fikri menghitung, rupiah hari ini bergerak dalam rentang Rp 16.070 – Rp 16.670 per dolar AS. Sementara Lukman memproyeksikan, mata uang Garuda berada di kisaran Rp 16.300 – Rp 16.500 per dolar AS.