10 Agustus 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

macan tutul

Petani Kopi Tewas Diterkam Macan Tutul

Cnndaily.net , JakartaSeorang petani kopi, Kuswanto (58) warga Summer Island Village, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Lahat, Sumatera Selatan, ditemukan tewas di kebunnya, Minggu (17/11) sekitar pukul 10.00 WIB. Kuswanto diduga diserang oleh macan tutul dahan karena terdapat luka serangan binatang buas di tubuhnya.

Summer Island Kepala Desa Sumadi mengatakan, sebelum kejadian Kuswanto tengah memetik kopi di kebun bersama dengan warga lain bernama Yansah. Namun, tiba-tiba jeritan korban, dua warga lainnya termasuk langsung Yansah berbalik ke arah korban berteriak dan melihat Kuswanto sudah tergeletak di tanah dengan menerkam harimau.

“Kemungkinan bahwa korban langsung menerkam karena warga lain melihat dia berteriak,” kata Sumadi

Melihat kejadian tersebut, Yansah pun segera mencari batang kayu untuk menakuti dan mengusir macan tersebut. Macan tutul segera melarikan diri setelah Yansah dan warga lainnya mengusirnya menggunakan batang kayu.

Namun korban Kuswanto sudah mengalami luka parah dengan adanya luka cakaran serta gigitan di bagian lehernya. Warga segera membawa korban ke rumah sakit terdekat namun nyawanya tak tertolong.

Baca Juga :  Sang Miliarder Dunia, Awali Usaha di Jawa Timur

Sumadi mengatakan, warga cukup terkejut dengan adanya kejadian tersebut karena nyaris tidak adanya serangan hewan liar kepada warga di kawasan Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi secara umum.

Cukup Jauh dari Hutan Lindung dari Permungkinan

Lokasi kebun milik Kuswanto pun terbilang cukup jauh dari hutan lindung habitatnya sehingga warga aneh macan tutul bisa turun hingga ke pemukiman.

“Terakhir ada yang diserang itu sekitar 50 tahun lalu, itu pun cerita penduduk sepuh di sini. Waktu itu ada warga diterkam harimau saat mandi di sungai,” ujar dia.

Dirinya telah mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak dulu beraktivitas di lokasi penyerangan tersebut dan waspada setiap beraktivitas di luar ruangan. Dirinya khawatir macan tutul tersebut masih berkeliaran di sekitar pemukiman.

“Mungkin sumber air di hutan lindung di sana itu habis, makanya macan itu ke kebun warga, sudah ke dekat pemukiman,” kata dia.

Baca juga: Kawasaki Ninja Tercebur ke Sungai, Gara-gara Emak-emak Terobos Lampu Merah

Taman yang Berada di luar Kawasan Lindung dan Kemungkinan Macan Tersebut Keluar dari Habitatnya

Sementara, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Genman Suhefti Hasibuan mengatakan, kawasan tersebut memang dekat dengan habitat macan tutul atau macan dahan. Satwa dengan nama latin panthera pardus ini, ujar Genman, berstatus hewan dilindungi yang terancam punah.

Baca Juga :  Ketika polisi Joget Bareng Sebelum Massa Buruh Unjuk Rasa Menjelang Parlemen Berakhir

Berdasarkan informasi yang diterima oleh itu, insiden itu terjadi di taman yang berada di luar kawasan lindung. Artinya, macan tutul itu keluar dari habitat asli mereka. Genman mengatakan, dalam tekanan umum dan gangguan dapat menyebabkan binatang liar keluar dari habitat mereka.

“Ada gangguan di rumahnya. Tentu gangguan dapat dari berbagai jenis, baik karena karhutla, pembalakan liar, perburuan, perambahan, atau membuka daerah baru,” kata Genman.

Tapi itu tidak bisa mengkonfirmasi apa yang menyebabkan binatang liar keluar dari habitat mereka. Ini memiliki petugas menerjukan ke lapangan untuk melakukan studi terkait dengan seluruh detil dan kepastian apa yang terjadi di mana.

“Kita harus tahu lokasi yang tepat di mana, petugas ke TKP digunakan untuk memeriksa, meneliti sebuah studi yang berkaitan dengan kasus. Kedua, tentu saja kita akan mencoba untuk bersosialisasi dengan pemerintah daerah,” katanya.

Baca juga: Ngeri, Kakek Ini Tewas Karena Dituduh Sebagai Dukun Santet

Akan Memasang perangkap kamera di Berbagai titik

Petugas di lapangan, akan memutuskan apakah akan memasang perangkap kamera atau tidak setelah memeriksa tempat serangan. Petugas juga harus melakukan peninjauan lebih dalam menentukan titik yang tepat untuk menginstal perangkap kamera.

Baca Juga :  Guru Agama di Manado Teriak: Dalam Nama Yesus! Usai Ditusuk Siswanya

Dia mengatakan, meskipun lebih banyak macan tutul adalah hewan yang sama-sama dilindungi sebagai terancam punah seperti Harimau Sumatera. Tapi dia tidak tahu jumlah pasti populasi macan tutul di Sumatera.

Genman mengungkapkan, macan tutul relatif tidak kebiasaan menyerang manusia dari harimau. Oleh karena itu, ia akan memeriksa lebih lanjut tentang fenomena tersebut.

“Pada dasarnya ada gangguan di habitat tersebut. Yang jelas adalah bahwa gangguan kemungkinan, kita memberitahu orang-orang untuk tidak melakukan hal-hal yang mengganggu habitat hewan. Jadi tugas bersama-sama, jika habitat itu, mengalokasikan, tidak mengganggu,” katanya .