5 Agustus 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Perubahan di Bumi Efek dari Pelemahan Medan Magnet Bumi

CNNdaily – Jakarta, Studi gabungan ilmuwan dari Europan Space Agency (ESA) menyebut medan magnet Bumi tengah melemah. Dampak kejadian ini disebut bakal mempengaruhi pesawat ruang angkasa dan satelit yang melayang di orbit rendah.

Pesawat-pesawat ini kemungkinan mengalami malfungsi ketika melewati kawasan dengan medan magnet yang melemah.

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) juga dapat terpengaruh pelemahan medan magnet yang terjadi di area antara Amerika Selatan dan Afrika. Hal ini dikenal dengan julukan South Atlantic Anomaly.

Menurut sebuah studi pada 2018, ketika pesawat ruang angkasa melewati daerah anomali, pesawat dan manusia di dalam pesawat akan terpapar radiasi kuat beberapa menit sekali.

Selain itu, melemahnya medan magnet Bumi bisa membuat posisi medan magnet terbalik dari Kutub Utara ke selatan, begitu juga sebaliknya.

Bahkan, medan magnet Bumi dilaporkan berubah arah 10 kali lebih cepat.

Menurut Fitri Nuraeni dari Pusat Sains Antariksa LAPAN, terbaliknya kutub Bumi tidak akan menghilangkan kekuatan gravitasi planet. Situasi itu dikhawatirkan banyak kalangan lantaran dikira dapat membahayakan kesehatan maupun teknologi.

Baca Juga :  Heboh Penemuan 39 Jasad Dalam Kontainer Di Inggris

“Ketika terjadi pembalikan orientasi medan magnet Bumi, medan magnet tidak menghilang sesuai flux preservation theorem oleh Ned Benton,” jelas Fitri seperti tertulis dari situs Edukasi Sains Antariksa LAPAN.

Flux

Flux preservation theorem merupakan istilah yang diciptakan Ned Benton, peneliti geomagnetisme yang mempelajari perubahan makin berkurangnya kekuatan medan magnet Bumi hingga mencapai nol dalam 4.000 tahun.

Teori itu mengatakan bahwa fluks tidak akan meninggalkan permukaan inti dari medan magnet karena memiliki konduktivitas listrik yang sangat tinggi.

Fitri juga mengatakan bahwa pelemahan medan magnet tak akan mempengaruhi kesehatan manusia dari radiasi dan partikel energi dari Matahari sebab atmosfer Bumi juga mampu memberikan perlindungan bagi manusia.

“Selain itu atmosfer Bumi juga dapat bertindak sebagai perlindungan ekstra untuk menahan radiasi dan partikel berenergi dari Matahari,” kata Fitri.

Fitri mengatakan setiap hari Bumi dihujani partikel-partikel berenergi dari Matahari yang dibawa oleh angin Matahari yang berhembus setiap saat.

Kehidupan di Bumi masih dapat berlangsung hingga saat ini karena Bumi dilindungi oleh medan magnet bumi, membentuk selubung yang melingkupi Bumi. Dan yang meluas hingga puluhan sampai ratusan kali jari-jari Bumi ke luar angkasa disebut sebagai Magnetosfer.

Baca Juga :  Sungai Bederah Tercemar Dan Bau Busuk Ternyata Ada Ratusan Bangkai Babi

Partikel-partikel berenergi yang dibawa oleh angin matahari sebagian besar sudah diperlambat dan dibelokkan pada daerah yang disebut Bow-shock, sebagian lagi akan terperangkap di daerah sabuk radiasi Van-Allen.

Sejumlah kecil partikel yang masih dapat menembus sistem magnetosfer dan memasuki ionosfer Bumi di daerah lintang tinggi. Atmosfer ionosfer ini akan memerangkap partikel yang lolos dari magnetosfer.

Medan magnet sendiri berfungsi untuk menahan atmosfer di tempat dan melindungi manusia dari radiasi kosmik berbahaya dan angin matahari.

medan magnet Bumi