10 Agustus 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Lembaga Survei Indonesia

LSI: Masyarakat Masih Puas Kinerja Demokrasi Pemerintahan Jokowi

CnnDaily.net, Jakarta Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis riset terkait kinerja demokrasi di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Hasilnya, sejauh ini mayoritas masyarakat masih puas dengan jalannya demokrasi di Indonesia.

Baca Juga : Alan mengungkapkan bagaimana jutawan benar-benar menghasilkan uang!

“Hingga September 2019 awal, ada 65 persen masyarakat yang puas dengan kinerja demokrasi Indonesia dan sangat puas dengan 4,7 persen. Artinya tingkat kepuasan di September 2019 ini mencapai 70 persen,” tutur Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan di kawasan Menteng, Jakarta Selatan, Minggu (3/11/2019).

Hanya saja, lanjut dia, kepuasan itu sifatnya masih fluktiatif. Memang dalam empat tahun terakhir masyarakat cenderung puas, namun dalam setahun terakhir terbilang belum stabil.

Baca Juga : Vanessa Angel Cari Kakek Sugiono saat Liburan di Jepang

“Ini juga agak menurun jika dibandingkan dengan 2017 yang mencapai 74 persen. Kalau dibandingkan dengan zaman SBY, itu 76 persen masyarakat puas. Jadi kalau dibandingkan periode kedua pemerintahan sebelumnya dengan Jokowi, agak menurun,” jelas dia.

Baca Juga :  Kota Manila Berubah Menjadi Sepi Setelah Pemerintah Filipina "Lockdown" Virus Corona

Penelitian ini dilakukam pada tanggal 8 September sampai dengan 17 September 2019. LSI mengambil populasi seluruh warga Indonesia yang telah memiliki hak pilih atau usia 17 tahun lebih dengan metode multistage random sampling.

Baca Juga : Makanan Yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan dan Tidak Gampang Sakit

Tingkat Kepercayaan

Sampel yang digunakan sebanyak 1.550 responden dengan pengambilan data lewat wawancara tatap muka. Adapun margin of error kurang lebih sebesar 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Sample representatif yang dapat mewakili seluruh masyarakat Indonesia mulai dari segi gender, daerah desa kota, agama, etnis,” Djayadi menandaskan.