Perang Dingin Konflik Dagang AS-China Lebih Mengerikan dari Corona

pokernegara

CNNdaily – JakartaKonflik dagang antara dua kekuatan ekonomi dunia, Amerika Serikat dan China, dikhawatirkan lebih melukai ekonomi dunia dibandingkan pandemi Corona yang belum kunjung mereda hingga saat ini.

Hal itu diungkapkan oleh Ekonom Jeffrey Sachs. Sachs bilang, dunia akan menuju ke periode ‘gangguan besar tanpa kepemimpinan’ setelah pandemi Corona. Pertikaian tak berujung antara 2 negara itu dinilai memperparah kondisi ekonomi global.

Pada hari Senin (22/6/2020), Sachs menyalahkan pemerintah AS yang dinilai hanya menambah panas situasi.

“Kekuatan AS ditunjukkan hanya untuk kekuatan, bukan untuk kerja sama,” ujarnya dalam sebuah wawancara Business Report.

Menurutnya, langkah ini dilakukan Amerika untuk menciptakan perang dingin babak baru dengan China.

“Jika benar itu terjadi, maka kita tidak akan kembali normal. Ini akan lebih kontroversial dan menimbulkan bahaya yang lebih besar dari kenyataannya,” lanjutnya.

Apalagi seiring berjalannya waktu, konflik AS dan China melebar bukan hanya di sektor perdagangan saja. Pekan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani UU yang mengesahkan sanksi terhadap pejabat China yang bertanggung jawab atau penindasan umat Muslim di Xinjiang.

Baca Juga :  Liburan Akhir Tahun, Penumpang di Sultan Mahmud Badaruddin II Naik 5%

Perusahaan Teknologi China

Lalu, AS juga melarang perusahaan teknologi China, Huaweis untuk menggunakan teknologi chip negaranya. Lalu, perusahaan teknologi China di’bidik’ dan dicurigai sebagai mata-mata Pemerintah untuk melumpuhkan AS.

Namun, mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton bilang, bisa jadi langkah Trump ini merupakan bagian dari taktik politik agar dirinya bisa kembali memimpin AS.

“AS kehilangan kesempatannya untuk 5G, yang mana 5G itu sangat penting di era ekonomi digital. Dan Huawei mengambil bagian yang lebih besar di pasar global,” ujar Sachs.

Presiden Amerika Donald Trump bukanlah penyebab perang dagang ini terjadi namun ini hanyalah gejala perkembangan dan problem struktur perekonomian dunia dan kompetisi dalam dunia politik negara.

pokernegara
Konflik Dagang

Pimpinan negara menilai bahwa ekspor itu sehat bagi perekonomian domestiknya namun impor itu memperburuknya sehingga politik dagang tarif China impor dinilai jadi instrumen penting namun menciptakan perang dagang itu.

Kebijakan AS adalah meningkatkan restriksi impor untuk menekan defisit perdagangan dengan China. Defisit perdagangan AS dengan China meningkat dari USD 371,8 miliar pada 2016 menjadi US$ 395,8 miliar pada 2017.

Baca Juga :  Huawei memastikan akan meluncurkan smartphone lipat terbarunya Mate Xs, di Indonesia.

China bereaksi keras dengan menambahkan tarif impor terhadap 128 produk AS senilai USD 3 miliar dengan rincian 120 produk AS terkena ekstra tarif 15% dan 8 produk AS terkena ekstra tarif 25%.

Selanjutnya, China menambahkan tarif untuk 106 produk impor dari AS senilai US$ 50 miliar, perang dagang penuh ketegangan dimulai tanpa bisa dipastikan kapan berakhirnya.

Perang Dagang adalah suatu manifestasi di dalam ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia jika berlangsung tiada henti maka potensi masuk ke stadium perang ekonomi dengan dimensi-dimensi serta resonansinya meluas.

Baik antara dua negara dengan berbagai komoditas ekspor-impornya, maupun mengajak negara sekutu-sekutu ekonomi masing-masing dan banyak pihak memproyeksikan China menang dan timing inilah memunculkan era kebangkitan china dan era kemerosotan AS. Peter Navarro menyatakan ini adalah Kematian oleh China “Death by China”.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *