9 Agustus 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

124 Saham Menguat Sehingga Mendorong IHSG Naik 0.30 persen ke zona hijau.

CNNdaily – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG naik kembali bergerak menguat pada perdagangan Rabu pekan ini. Sebanyak 124 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Pada awal perdagangan Rabu (8/7/2020), IHSG naik 0.30 persena atau 14,86 poin  ke posisi 5.001,95. Sementara indeks saham LQ45 juga naik 0,22 persen ke posisi 778,25.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.002,73 Sedangkan terendah 4.985,01.

Sebanyak 124 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 75 saham melemah dan 139 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 26.504 kali dengan volume perdagangan 343,3 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 255 miliar.

 

IHSG Naik

 

Investor asing beli saham Rp 8,24 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.419.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sebagian besar berada di zona hijau. Penguatan dipimpin oleh industri dasar yang melesat 0,66 persen. Kemudian disusul sektor pertambangan yang naik 0,50 persen dan sektor keuangan yang menguat 0,40 persen.

Baca Juga :  Negara Bagian AS Gugat China Atas Pandemi Virus Corona

Pergerakan Saham

Saham-saham yang menguat antara lain PGUN naik 34,19 persen ke Rp 208 per saham, UANG naik 24,78 persen ke Rp 282 per lembar saham dan CANI naik 24,32 persen ke Rp 230 per lembar saham.

Saham-saham yang melemah antara lain KBLI yang turun 6,81 persen ke Rp 432 per lembar saham, JIHD melemah 6,78 persen ke Rp 550 per lembar saham dan AKSI anjlok 6,74 persen ke Rp 360 per lembar saham.

Harga Emas

Sementara itu, harga emas memantul kembali pada hari Selasa, karena lonjakan tajam dalam kasus COVID-19 mendorong harapan untuk langkah-langkah kebijakan moneter yang lebih akomodatif dan permintaan untuk logam safe-haven.

Dikutip dari laman CNBC, Rabu (8/7/2020), harga emas di pasar spot melonjak 0,7 persen menjadi USD 1,796.08 per ounce. Emas berjangka AS ditutup naik 0,9 persen di 1.809,90 per ounce, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak September 2011 di USD 1.810,80.

Emas naik ke level tertinggi sejak November 2011 di USD 1,796.80 per ounce sebelumnya, hanya beberapa dolar dari level psikologis USD 1.800.

Baca Juga :  Tercatat Ada 3.805 Perempuan yang Menjadi Janda

Langkah-langkah stimulus besar-besaran untuk membatasi kerusakan ekonomi dari pandemi coronavirus telah mendukung harga emas emas, yang secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. Harga telah naik lebih dari 18 persen sepanjang tahun ini.