10 Agustus 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

Datuk

Harga Perdagangan Emas Naik 0,7 Persen Dalam Waktu Seminggu

CNNdaily – Harga emas telah meningkat ke nilai tertinggi selama lebih dari seminggu pada hari Jumat dan membukukan kenaikan mingguan. Kenaikan ini karena investor bertaruh pada logam mulia ini untuk lindung nilai (hedging) terhadap dampak ekonomi dari wabah virus corona.

Harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi $ 1,581.25 satu ons setelah USD menyentuh 1,582,60, tertinggi sejak Februari 3. Untuk minggu ini, harga emas telah naik sekitar 0,7 persen

Emas Berjangka (Comex Gold Futures) AS naik 0,4 persen ke $ 1585,50.” Skenario virus corona masih belum jelas dan berita utama tentang situasi tersebut membuat pasar saham bergejolak, memaksa investor untuk berlindung pada emas safe-haven ,” ujar George Gero, RBC Direktur Jenderal Pengelolaan Kekayaan.

“Bahkan dengan virus hilang, emas diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran USD 1.550 – USD 1.600 karena ketidakpastian lain seperti suku bunga yang lebih rendah di seluruh bank sentral utama, ketegangan Timur Tengah dan risiko politik lainnya masih ada.”

Baca Juga :  Hari ini Harga Emas Antam Kembali Tembus Rekor Lagi (9 Maret 2020)

Pihak berwenang China melaporkan pada Kamis 121 kematian baru dan 5.000 kasus baru virus corona baru di China dan para ekonom menurunkan kembali ekspetasi pertumbuhan untuk ekonomi kedua terbesar di dunia saat ini, ketika mereka menilai dampak dari wabah tersebut.

Pasar saham global telah mengalami minggu yang bergejolak karena para investor mengambil posisi dan profit taking, didorong oleh berita utama yang sering berubah tentang  wabah virus corona di China.

Pasaran Wall Street dibuka sedikit lebih tinggi, terus manajaknya harga pasaran didasari oleh kekhawatiran atas pukulan ekonomi oleh wabah virus. Hal ini juga mempengaruhi harga emas.

Juga mendukung kenaikan emas, hasil dari US Treasuries jatuh setelah data prediksi penjualan ritel (retail sales) tidak sesuai dengan prediksi di tengah kekhawatiran virus.

Pengeluaran konsumen AS tampaknya telah melambat lebih lanjut pada bulan Januari, meningkatkan kekhawatiran tentang kemampuan ekonomi untuk terus tumbuh pada kecepatan yang moderat. “Kami selalu bertujuan menurunkan hasil US Treasury, selain lemahnya dolar dalam sudut perdagangan. Dan kami percaya ini akan menjadikan emas mendapat hadiah resiko yang lebih baik, bahkan kami tidak melihat adanya ketidakpastian lebih lanjut pada kondisi ketidakpastian pasar ekuitas saat ini.”, analis UBS dalam catatan. (Ads-h)

Baca Juga :  Buronan KPK Nurhadi Tukarkan Rp 3 Miliar Dalam Sepekan