10 Agustus 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

kingkong

Di Bogor 22 Orang Meninggal karena Corona, 7 Positif, 15 PDP

CNNdaily – Jakarta, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyampaikan data terbaru mengenai COVID-19. Tercatat, 22 orang meninggal dunia akibat virus ini.

“15 orang yang meninggal dalam status PDP (pasien dalam pengawasan),” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno dalam keterangannya, Jumat (4/3/2020).

Selain 15 kasus ini, Retno menambahkan, ada 7 orang yang meninggal dunia karena positif terinfeksi virus corona. Bila ditotal, sudah ada 22 orang yang meninggal akibat COVID-19 di Kota Bogor.

Mengenai 15 pasien PDP yang meninggal dunia ini, Retno mengatakan Pemkot Bogor masih menunggu hasil laboratoriumnya. Sementara jumlah pasien PDP yang masih dalam pengawasan di rumah sakit (RS), lanjutnya, ada 41 kasus.

“Saat ini masih menunggu hasil lab (laboratorium) swab dari Litbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Retno mengatakan, data ini adalah update hari ini sampai pukul 14.00 WIB. Dia menambahkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Bogor sebanyak 416.

Sedangkan untuk jumlah positif corona di Kota Bogor, ada 25 pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga :  Jokowi Minta Pantau Kepulangan WNI dari Malaysia Untuk Cegah Imported Case Corona
bogor

Sementara itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan dua puluh ribu-an rapid test di wilayahnya. Sebagian besar hasil rapid test menyatakan negatif.

Rapid test juga terus dilakukan di 6 wilayah Kota dan Kabupaten Administrasi DKI Jakarta, dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Sampai dengan Kamis, 2 April 2020, dengan total sebanyak 20.532 orang telah menjalani rapid test,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta Fify Mulyani dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Fify menerangkan, hanya sebagian kecil kasus yang dinyatakan positif dari rapid test. Lebih dari 90 persen dinyatakan negatif saat pemeriksaan.

“Persentase positif COVID-19 sebesar 2,1 persen, dengan rincian 428 orang dinyatakan positif COVID-19, dan 20.104 orang dinyatakan negatif,” kata Fify.

Diketahui, rapid test merupakan salah satu metode test cepat virus Corona. Metode ini digunakan untuk penjaringan kasus Corona di masyrakat.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona, Achmad Yurianto mengatakan, jika orang dinyatakan positif dalam rapid test, maka akan dilakukan tes swab di laboratorium sebagai tes resmi penentuan kasus positif.

Baca Juga :  Innalillah, Mantan Senator 3 Periode Asal Riau Maimanah Umar Tutup Usia

“Karena kalau memeriksa langsung terhadap virusnya, maka kita menggunakan pemeriksaan yang kita sebut berbasis pada antigen. Yang kita gunakan adalah melakukan pemeriksaan dengan swab, dengan apusan, usapan yang dilaksanakan di dinding belakang rongga hidung atau di belakang rongga mulut,” ujar Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan secara live melalui akun YouTube BNPB, Selasa (24/3).

“Metode rapid test yang kita gunakan adalah sebenarnya screening, penapisan secara pendahuluan terhadap adanya kasus positif di masyarakat. Oleh karena itu, yang kita periksa secara cepat ini adalah pemeriksaan antibodinya yang ada di darah,” ujarnya.