10 Agustus 2020

Berita Indonesia dan Dunia, Kabar terbaru terkini, Politik, Peristiwa, Bisnis, Bola, Teknologi dan Peristiwa

players99

Inggris Cabut Aturan Karantina bagi Kedatangan Asing

CNNdaily – Jakarta, Pemerintah Inggris mulai melonggarkan aturan karantina untuk mencegah penularan virus corona bagi kedatangan dari Jerman, Prancis, Spanyol, dan Italia. Mulai 10 Juli, kedatangan ke Inggris dari negara-negara tersebut tak perlu lagi melakukan isolasi mandiri.

Pelonggaran ini berlaku bagi negara-negara yang dianggap memiliki risiko penularan virus corona yang rendah.

Sementara kedatangan ke Skotlandia, Wales, atau Irlandia Utara tetap harus melakukan karantina diri selama 14 hari. Bagi mereka yang melanggar aturan karantina akan didenda.

Sejak 8 Juni lalu, Inggris mulai membuka pintu kedatangan asing dan harus melakukan karantina diri untuk menghindari penularan virus corona dari luar negeri.

Mengutip AFP, Kementerian Luar Negeri akan merilis daftar 75 negara yang mendapat pengecualian untuk tidak melakukan karantina ketika tiba di Inggris.

 

aturan karantina

 

Mulai 4 Juli, Inggris juga tidak lagi mengharuskan karantina bagi warga yang tiba dari negara-negara yang berisiko rendah. Kendati demikian, kedatangan asing tetap harus melaporkan informasi kontak kepada pihak berwenang.

Pembatasan bagi warga

Pemerintah berharap negara lain juga mencabut semua pembatasan bagi warga pelancong asal Inggris.

Baca Juga :  Prancis Tegaskan Tak Ada Bukti Virus Corona Berasal dari Lab Wuhan

“Hari ini menjadi penanda pelonggaran lockdown dengan hati-hati membuka kembali (kedatangan) dari negara besar,” kata Menteri Transportasi Grant Shapps dalam sebuah pernyataan.

“Apakah Anda seorang wisatawan yang bepergian ke luar negeri atau untuk urusan bisnis, ini menjadi kabar baik bagi orang Inggris dan pebisnis.”

Kendati demikian, pemerintah Inggris mengatakan akan meninjau ulang pelonggaran bagi kedatangan asing jika di negara asal mereka terjadi peningkatan kasus corona.

Pemerintahan Boris Johnson melonggarkan aturan lockdown seiring dengan menurunnya kurva penularan virus corona di Inggris. Hanya saja, dalam beberapa pekan terakhir pemerintah memutuskan untuk memperketat lockdown di kota Leicester setelah terjadi lonjakan kasus corona.

Data John Hopkins University mencatat Inggris saat ini memiliki 282.268 kasus Covid-19 dan 44.080 kematian.